People Innovation Excellence

First-Step Guides for Content Marketing

Oleh: Annetta Gunawan, SE, MM

Di artikel saya sebelumnya, Content Marketing: Attracting Customers through Valuable Content, sudah dibahas mengenai konsep dari content marketing, yang berusaha menyediakan konten-konten yang relevan untuk konsumen dalam rangka menjangkau pasar. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara mengimplementasikan content marketing?

  1. Who is your audience(s)?

Pertama, kenali siapa target pasar Anda. Apa yang mereka sukai, bagaimana karakkteristik mereka, bagaimana persepsi mereka tentang brand Anda? Penentuan target pasar ini haruslah jelas dan spesifik, bukan hanya dari segi demografi, tapi juga dari segi psikografi yang tidak kalah pentingnya. Dalam konteks penciptaan konten yang relevan, interest dari audiens merupakan hal yang sangat krusial untuk diidentifikasi, apakah interest utama mereka adalah olahraga, berita, atau make-up dan hairstyling. Interest ini tentunya bisa terdeteksi dengan mudah melalui karakteristik demografi konsumen, bila kita bicara mengenai interest yang umum. Misalnya, remaja putri akan mudah ditarik perhatiannya dengan topik fashion yang sedang in, ibu rumah tangga dengan tips dan informasi mengenai perawatan anak atau masak-memasak, kaum pria secara umum dengan topic olahraga. Namun bila bicara lebih spesifik, terkadang perlu diadakan riset untuk mengenali perilaku konsumen, termasuk interest mereka.

  1. What kind(s) of content can match their interest?

Setelah mengetahui interest dari target pasar, maka ciptakan konten yang sesuai dengan minat mereka. Konten ini bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, apakah artikel, gambar, video, ataukah tutorial. Menurut survey dari sideqik, konten yang dilengkapi dengan gambar memiliki tingkat view 94% lebih tinggi. Tentunya pembuat konten harus secara konsisten meng-update diri dengan pengetahuan dan informasi dari luar yang berhubungan dengan konten yang dia ciptakan. Hal ini untuk menghindari kejenuhan dari audiens bila konten dirasakan ?itu-itu saja?. Namun, satu hal yang perlu dicatat adalah, konten-konten yang diciptakan perlu dibuat benang merahnya dengan brand itu sendiri, walaupun tidak secara eksplisit supaya tidak tercipta kesan hard selling lagi ujung-ujungnya.

  1. Which is the most suitable channel(s)?

Masih menurut sideqik, berikut adalah opsi-opsi untuk menyalurkan konten beserta tingkat keefektivannya:

content

Pemilihan media mana yang paling tepat untuk menyalurkan konten, sebenarnya kembali lagi ke perilaku target pasar Anda. Media mana yang paling sering mereka akses, atau media mana yang paling mewakili karakter mereka. Dan sekali lagi, hal ini bisa ditelusuri melalui riset pasar. Jangan sampai konten berkualitas yang sudah dibuat menjadi mubazir karena salah bidik.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close