People Innovation Excellence

KUALITAS KEPEMIMPINAN DALAM ERA SOSIO-BISNIS (Bagian 1)

oleh Prof. Dr. H. Faisal Afiff, Spec.Lic.

Membangun praktik bisnis yang bertanggung jawab dalam konteks pengembangan manajemen adalah tugas jangka panjang yang membutuhkan proses perubahan budaya. Dalam membentuk perilaku bisnis yang bertanggung jawab, maka titik awal pengembangan perlu dimulai dari kualitas kepemimpinan atau dari kualitas pribadi pemimpin yang perubahannya dapat berjalan secara perlahan dari waktu ke waktu. Berbeda dengan kualitas kepemimpinan, maka keterampilan manajemen agaknya lebih mudah diajarkan dan dikembangkan dalam jangka pendek. Namun demikian, kombinasi dari keterampilan manajemen dan kualitas kepemimpinan adalah kompetensi kunci yang diperlukan dalam praktik pengambilan keputusan bisnis, sehingga para pemimpin dapat memainkan perannya secara optimal terutama dalam hal, yakni:

  • Berpikir sistemik;
  • Mengelola keragaman dan risiko;
  • Menyeimbangkan perspektif lokal dan global;
  • Berdialog secara bermakna dan mengembangkan ?bahasa baru?; dan
  • Kesadaran emosional.

Kelima aspek tersebut perlu dimiliki oleh para pemimpin, mengingat tantangan terbesar yang yang dihadapi oleh mereka pada saat ini adalah mengelola kompleksitas. Mungkin pada organisasi dengan hirarki tradisional, peran seorang pemimpin dapat dikatakan relatif mudah, dimana pengaruh dan kekuasaan datang dari posisi dan status. Begitu pula dalam organisasi tradisional batas-batas pengambilan keputusan berada pada koridor fungsional, serta dioperasikan dalam sistem yang relatif stabil dan waktu yang teratur. Adapun kegiatan bisnis dewasa ini, dalam berbagai skala ukuran, di semua sektor dan di berbagai negara tengah menghadapi tekanan yang terus meningkat dimana para pemimpin dituntut untuk memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat, di luar manfaat atau nilai ekonomis secara tradisional yang berasal dari kegiatan bisnis. Mengembangkan perilaku manajemen yang tepat untuk mengoperasionalkan bisnis secara efektif dalam konteks tuntutan lingkungan baru telah menjadi tanggung jawab organisasi. Organisasi bisnis semakin dituntut untuk mengambil alih tanggung jawab sosial dan lingkungan. Namun demikian, bagaimana organisasi bisnis dapat mempraktikan tanggung jawabnya tersebut di dalam bisnis utamanya? Bagaimana suatu organisasi bisnis dapat mengembangkan budaya yang mempromosikan rasa tanggung jawab tersebut terhadap para pekerja mereka? Bagaimana organisasi dapat mengintegrasikan tanggung jawab tersebut kedalam strategi bisnis utama? Dan mungkin yang terpenting adalah bagaimana sebuah organisasi dapat meningkatkan pemahaman dan praktik kepemimpinan yang bertanggung jawab dengan mengembangkan kompetensi manajemen bagi tanggung jawab tersebut? Dengan demikian, perlu diidentifikasi kompetensi manajemen apa yang diperlukan untuk mengintegrasikan tanggung jawab organisasi kedalam praktik bisnis utama. Sebagian besar organisasi kelas dunia telah menggunakan kompetensi untuk mendefinisikan dan mendorong kinerja tinggi. Kebanyakan dari para manajer berpendapat bahwa kompetensi merupakan campuran dari tiga unsur berikut, yakni:

  • Keterampilan dan kecakapan yang dipraktikan dalam tindakan sehari-sehari sebagai seorang pemimpin atau manajer;
  • Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para manajer sebagai landasan untuk memahami informasi dalam rangka membuat suatu keputusan; dan
  • Kualitas pribadi, nilai-nilai dan sikap untuk mendukung tindakan seorang manajer.

Ketiga komponen tersebut mudah dikenali dalam perilaku para manajer sehari-hari, misalnya tindakan apa yang perlu dilakukan merupakan pertanyaan tentang keterampilan. Apa yang perlu diketahui, merupakan pertanyaan tentang bekal pengetahuan apa yang perlu dimiliki untuk mengambil suatu keputusan. Adapun konsistensi dalam melaksanakan hasil keputusannya merupakan keteguhan sikap dalam rangka melaksanakan tanggung jawab organisasi. Ketiga hal tersebut saling melengkapi antara satu dengan lainnya sebagai suatu kombinasi yang masing-masing merupakan perilaku kunci yang perlu ditunjukkan dalam menghadapi tantangan manajerial. Hubungan dari ketiga aspek tersebut perlu difahami, tergambar dan dapat diartikulasikan kedalam aktivitas manajemen. Dengan kata lain, kita perlu memahami kompetensi apa yang dibutuhkan oleh para manajer dalam organisasi saat ini yang dapat menunjang proses pengambilan keputusan serta berkaitan dengan implikasi ekonomi, lingkungan dan operasional sosio-bisnis mereka. Tanggung jawab sosial organisasi (CSR) adalah konsep yang mempengaruhi sistem dan proses bisnis saat ini, sehingga berdampak pada para manajer dalam membuat suatu keputusan. Oleh karena itu, dalam mengembangkan kerangka kompetensi yang menyertakan tanggung jawab organisasi (CSR) perlu melibatkan keputusan, tindakan dan perilaku dari semua orang pada semua tingkatan organisasi, di semua fungsi dan di semua sektor. Dalam rangka mengeksplorasi kompetensi yang mendukung tanggung jawab organisasi, terdapat dua tema yang perlu dijadikan dasar. Yang pertama terkait dengan hubungan antara kebijakan manajerial individual dan pengaruh organisasi. Dalam kaitan ini, banyak pekerjaan organisasional yang sebenarnya dilakukan oleh peran manajer secara individual. Artinya, terdapat sejumlah faktor kontekstual atau organisasional yang mendorong tindakan atau perilaku manajerial individual yang identik (kongruen) dengan tanggung jawab organisasi. Tentu saja, isu-isu tentang tanggung jawab organisasi perlu difahami dan ditangani dengan mempertimbangkan sifat dari lingkungan bisnis di mana organisasi beroperasi. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi yang berlaku, tahap perkembangan bisnis, apakah berada pada tahap start-up atau dewasa, beserta sejumlah kompleksitas hubungan bisnis, mungkin kesemuanya dapat berdampak pada cara manajer menangani implikasi yang lebih luas dari faktor sosial dan lingkungan melalui keputusan bisnisnya. Selain itu, budaya, strategi, visi-misi dan tujuan organisasi, kesemuanya akan mempengaruhi kesediaan organisasi untuk terlibat dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan yang lebih luas. Tanggung jawab tersebut akan tercermin antara lain pada tingkat transparansi, iklim kerja, kinerja dan sistem penghargaan, dan perilaku para pekerja lainnya. Kita perlu mengetahui lebih lanjut tentang locus of control internal yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana mereka dapat belajar dan mengembangkan kompetensi terkait dengan perilaku pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Yaitu bagaimana para pemimpin atau manajer dapat mengoperasionalkan praktik bisnis merka yang bertanggung jawab dengan keputusan sehari-hari yang mereka buat, yang digambarkan oleh Peter Drucker sebagai manajemen transaksional. Tentu saja, kita perlu mengakui adanya keterbatasan individual dalam menghadapi semua seluk-beluk sistem organisasi yang kompleks. Namun, pengembangan kepemimpinan individual adalah penting, diantaranya keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam menghadapi suatu perubahan, terutama untuk menyelaraskan sistem dan struktur serta pergeseran budaya dan nilai-nilai organisasional. Tema kedua adalah mengungkap kerangka psikologik yang secara eksplisit terkait dengan kepustakaan tentang kompetensi manajemen ? terutama dengan munculnya gagasan tentang adanya aspek sadar dan bawah sadar ? dari kompetensi, sebagaimana diuraikan dalam penjelasan berikut ini, yakni:

  1. Inkompetensi yang tidak disadari
    Dalam hal ini, individu tidak tahu tentang bagaimana melakukan sesuatu, dan bahkan mereka tidak mengakui ketidakmampuan mereka serta tidak menyadari bahwa mereka memiliki kekurangan dan cenderung menyangkal relevansi atau kegunaan dari suatu pelatihan keterampilan baru.
  2. Inkompetensi yang disadari
    Dalam hal ini, individu tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu, dan mereka tidak menyadari bahwa dirinya tidak memiliki keahlian khusus. Akan tetapi mereka sadar bahwa dengan meningkatkan keterampilan khusus melalui pelatihan, maka efektivitas kerja mereka akan meningkat, dan mereka juga bersedia serta memiliki komitmen untuk belajar dan berlatih dengan keterampilan baru.
  3. Kompetensi yang disadari
    Dalam hal ini, setelah individu melampaui kedua tahap tersebut, maka mereka telah memperoleh keterampilan yang relevan dan menyadari bahwa mereka perlu mengasah keterampilan baru yang membutuhkan tingkat kesadaran atau konsentrasi tertentu, untuk menguasai keterampilan berikutnya, yaitu yang memungkinkan mereka agar mampu menunjukkan dan mengajarkan keterampilan baru tersebut terhadap orang lain.
  4. Kompetensi yang tidak disadari
    Dalam hal ini, individu telah terlatih, dimana keterampilan mereka telah menjadi kebiasaan reflektif yang mudah dilakukan, sehingga mereka memiliki keterampilan yang sering disebut sebagai kompetensi yang tak disadari. Contoh dari kompetensi demikian, sering terlihat dalam keterampilan mengemudi dan olahraga, dimana seorang pengemudi atau olahragawan sering menunjukkan tindakan reflek menakjubkan yang tidak mereka sadari.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close