People Innovation Excellence

Bagaimana Kapabiltas Dinamis Berperan pada Strategi Bisnis Perusahaan ?

Oleh Ir. Teguh Sriwidadi, M.M.

Kapabilitas dinamis didefinisikan dari dua suku kata, yaitu kapabilitas dan dinamis. Istilah kapabilitas menekankan aturan kunci dari manajemen dalam beradaptasi, mengintegrasi, dan merekonfigurasi secara tepat ketrampilan-ketrampilan internal dan eksternal organisasi, sumber daya, dan kompetensi fungsional untuk menyesuaikan dengan persyaratan perubahan lingkungan. Istilah dinamis menunjukkan kapasitas untuk memperbarui kompetensi-kompetensi untuk mencapai kesesuaian dengan perubahan lingkungan bisnis; tanggapan tertentu diperlukan ketika laju perubahan teknologi cepat, dan kompetisi mendatang dan kondisi pasar sulit ditentukan.

Kapabilitas dinamis sering diposisikan sebagai perluasan dari resources-based view, yang mengusulkan bahwa setiap organisasi memiliki profil sumber daya berwujud dan tidak berwujud dan kapabilitas-kapabilitas yang semuanya membentuk variasi-variasi posisi keunggulan organisasi dan kinerjanya. Prinsip inti dari resource-based view adalah sumber daya dan kapabilitas yang secara simultan bernilai (valuable), langka (rare), tidak bisa ditiru secara sempurna (inimitable), dan tidak tergantikan (non-substitutable) merupakan sumber dari keunggulan kompetitif.

Konsep kapabilitas dinamis dikembangkan secara eksplisit dalam suatu studi oleh Teece et al (1997). Mereka menyatakan bahwa bukan hanya kumpulan sumber daya yang berkontribusi, tetapi mekanisme di mana perusahaan melakukan pembelajaran dan mengakumulasi ketrampilan dan kapabilitas, dan mendefinisikan kapabilitas dinamis sebagai kemampuan untuk mengintegrasi, membangun, dan merekonfigurasi kompetensi-kompetensi internal dan eksternal untuk menghadapi perubahan lingkungan yang cepat.

Kapabilitas Dinamis memiliki dimensi-dimensi penginderaan (sensing) kebutuhan untuk berubah, pembelajaran (learning) bagaimana menanggapi peluang dan ancaman, dan pencapaian rekonfigurasi (reconfiguring.) Kapabilitas sensing meliputi kemampuan perusahaan untuk mengenali pergeseran dalam lingkungan yang bisa berpengaruh pada bisnis perusahaan berdasarkan posisi kapabilitas saat ini. Sehingga, sensing berhubungan dengan pengenalan peluang dan tantangan dan pemantauan peran kapabiltas sekarang.

Dimensi yang kedua, yaitu pembelajaran (learning) merupakan formulasi dari tanggapan. Pembelajaran dalam konteks ini berhubungan dengan penciptaan pengetahuan (knowledge creation), akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition), dan berbagi pengetahuan (knowledge sharing).

Dimensi yang ketiga adalah rekonfigurasi. Berdasarkan pada pemahaman bahwa organisasi sebagai konfigurasi tertentu dari kapabilitas dan sumberdaya, maka perubahan pada konfigurasi disebut dengan rekonfigurasi. Rekonfigurasi adalah rantai terakhir dari perspektif prosedural pada kapabilitas dinamis dan diterima secara luas sebagai elemen inti dari kapabilitas dinamis Rekonfigurasi berhubungan dengan kreasi internal dari kapabilitas baru dan integrasi dari kapabilitas yang baru diciptakan atau baru diperoleh.

Bagaimana kapabilitas dinamis sebagai kemampuan untuk mengintegrasi, membangun, dan merekonfigurasi kompetensi-kompetensi internal dan eksternal untuk menghadapi perubahan lingkungan yang cepat berperan pada strategi bisnis perusahaan ? Strategi bisnis perusahaan yang ada tidak lagi mampu menghadapi situasi persaingan dan lingkungan bisnis yang senantiasa berubah, maka strategi bisnis pun dipaksa berubah, namun ternyata strategi baru yang diterapkan tidak selamanya berhasil mengembalikan kejayaan keunggulan bersaing (Saputro, 2013).

Perubahan lingkungan bisnis mengubahKey Success Factor(s)(KSF) industri. Perubahan ini memicu perubahan strategi bisnis. Strategi bisnis yang unggul umumnya berbasis sumberdaya unggulan (core resources) dan kapabilitas unggulan (core competences). Berarti perubahan lingkungan bisnis menyebabkan sumberdaya dan kapabilitas unggulan menjadi usang. Dengan demikian perusahaan perlu mengembangkan kapabilitas dinamis yang tergantung pada kondisi dinamika dan ketidakpastian lingkungan bisnis yang dihadapi (Ambrosini, 2009). Pada kondisi lingkungan yang relatif stabil perusahaan cukup melakukan penyesuaian dan peningkatan terhadap kapabilitasnya (incremental dynamic capabilities). Proses penyesuaian kapabilitas dilakukan melalui kegiatan peningkatan berkelanjutan (continous improvement).

Pada kondisi lingkungan bisnis yang dinamis, maka dilakukan pembaruan kapabilitas (renewing dynamic capabilities). Pada situasi ini perusahaan tidak hanya sekedar melakukan penyesuaian tetapi juga melakukan perubahan terhadap kapabilitas yang dimiliki. Dalam situasi lingkungan bisnis yang sarat perubahan membuat kapabilitas sudah tidak lagi relevan. Untuk itu perusahaan harus menyesuaikan basis kapabilitasnya (Regenerative dynamic capabilities). Sebagai contoh saat ini banyak perusahaan yang harus mengembangkan kapabilitas baru mereka di bidang e-business.

Untuk dapat memiliki kapabilitas dinamis, menurut Wang (2007) perusahaan perlu memiliki tiga kemampuan, yakniadaptive capability, absorptive capability,daninnovative capability.

Adaptive capabilityadalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengkapitalisasi peluang yang muncul dari pasar.Adaptive capabilitydiukur dari kemampuan untuk merespon peluang, memonitor pasar, pelanggan dan pesaing, serta mengalokasikan sumberdaya untuk kegiatan pemasaran.

Absorptive capabilitydidefinisikan sebagai kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan pengetahuan dari luar organisasi.Absorptive capabilitydiukur dari intensitas kegiatan penelitian dan pengembangan.

Adapuninnovative capabilitydidefinisikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan produk atau pasar baru.Innovative capabilitydiukur dari jumlah inovasi produk atau jasa, inovasi proses, dan solusi permasalahan yang baru.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close