People Innovation Excellence

Location Based Advertising: Hyper-Targeting Your Potential Market

Oleh: Annetta Gunawan, SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program)

Terdapat 314,3 juta pengguna telepon genggam aktif yang terdaftar di seluruh Indonesia per Agustus 2014 (We Are Social). Jumlah tersebut bisa dicapai sebagai akibat dari kebiasaan baru bahwa satu orang umumnya memiliki lebih dari satu nomor ponsel yang aktif. Tidak heran bila pengguna ponsel saat ini lebih sering melakukan aktivitasnya melalui jaringan mobile. Ditambah lagi dengan fakta bahwa sepertiga pengguna Internet bergantung pada ponselnya sebagai media utama dalam mengakses Internet (http://www.imediaconnection.com/content/38007.asp).

Kendati ponsel menjadi media utama dalam mengakses Internet bagi banyak orang, namun menurut Forrester Research (2015), “People using mobile devices don’t search for things — they just expect them to be there”. Konsumen pengguna ponsel mengharapkan pemasar dapat secara proaktif menjangkau mereka untuk menyampaikan informasi yang relevan sesuai dengan lokasi di mana mereka berada secara real time. Hal ini diindikasikan oleh apa yang diungkapkan Google bahwa lebih dari 50% mobile searchers mencari informasi yang bersifat lokal (http://screenmediadaily.com/free-trend-report-why-location-is-the-new-currency-of-marketing/). Di Indonesia sendiri, 94% pengguna ponsel menyatakan bahwa mereka mencari informasi yang bersifat lokal melalui ponsel mereka (We Are Social).

locationBasedAdvertising

Source: http://blog.ideafarms.com/2011/05/05/a-quick-summary-from-navteq-developer%E2%80%99s-day/ 

Kedinamisan perilaku konsumen tersebut dijawab oleh Location Based Advertising, di mana pemasar ‘menembakkan’ iklan kepada pengguna ponsel berdasarkan lokasi geografis di mana konsumen berada dekat dengan si penyedia barang atau jasa. Mungkin Anda sering menerima SMS dari suatu retailer yang ada di suatu mall tertentu ketika baru saja memasuki mall tersebut. Atau Anda juga mendapatkan SMS yang berisi promosi dari toko tertentu ketika sedang melewati jalan di mana toko tersebut berada. Maka pada saat itu, Anda sedang menjadi target dari Location Based Advertising.

Location Based Advertising menjawab kebutuhan, baik pemasar untuk mengkerucutkan target pasarnya dengan lebih efektif untuk distimulasi, maupun bagi konsumen untuk mendapatkan informasi dan konten yang relevan. Bandingkan dengan iklan di televisi atau media massa lainnya, terdapat gap waktu maupun jarak pada saat konsumen menyaksikan iklan tersebut sampai ke toko. Namun, dengan Location Based Advertising, rangsangan yang diberikan oleh pemasar melalui iklan akan lebih cepat berdampak pada action konsumen karena gap jarak dan waktu tersebut dihilangkan. Dengan begitu, Location Based Advertising pada akhirnya meningkatkan dan mempercepat response rate konsumen untuk menyambangi toko atau bahkan melakukan pembelian pada saat itu juga.

 


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close