People Innovation Excellence

Bagaimana Terbentuknya Realita, from Brad Pitt until Pygmalion, Nothing is Real until It’s Observed (Part 1)

Oleh: Son Wandrial, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan bagaimana terbentuknya sebuah realita berdasarkan hukum-hukum Quantum dan kaitanya dengan manajemen.

Sebelumnya Anda bisa baca tulisan Brad Pitt tentang istrinya dibawah ini yang saya comot dari google, ini salah satu contoh nyata

brad pitt

Membaca cerita diatas ada beberapa kalimat yang menarik perhatian untuk disimak salah satunya ‘And then I realized one thing: the woman is the reflection of her man’.  Bila dikaitkan dengan konteks leadership atau manajemen, kalimat ‘the woman is the reflection of her man’ bisa diubah menjadi ‘the follower is the reflection of their leader’ atau ‘the substitute is the reflection of their manager/boss’.  Pengen tahu bagaimana perilaku atasan bisa dilihat dari perilaku para bawahannya.  Tapi saya tidak mambahas hal ini.

Anda tentu pernah mendengar Pygmalion Effect.  Yaa, itu diambil dari nama seorang pematung terkenal jaman Yunani kuno bernama Pygmalion.  Konon Pygmalion membuat sebuah patung wanita yang sangat cantik dan memperlakukan patung tersebut seperti layaknya manusia hidup, mengajaknya berbicara, mengalungkan selendang, merawat tubuhnya, bahkan pada malam hari dia merebahkan sang patung berbantalkan bulu angsa, dia memberi nama patung tersebut Galatea.   Setiap hari Pygmalion bercengkrama dengan Galatea seolah patung tersebut hidup.

Sampai pada suatu hari dimana penduduk desa mengadakan pesta untuk memuja Venus, sang dewi cinta, maka Pygmalion pun ikut berdoa  sambil memberikan persembahan.  Melalui persembahan tersebut Pygmalion memohon sesuatu demi istrinya, sang istri yang seperti perawan gading.  Dalam doa tersebut Pygmalion TIDAK menyebutkan kata ‘patung’, dia menganggap (meyakini) Galatea adalah nyata.  Konsep ini yang akhirnya menjadi dasar hukum ‘Law of Attraction (LOA).

Singkat cerita, Galatea benar-benar hidup, menjadi nyata (real), mereka menikah dan dikarunia anak bernama Paphos.  Cerita Pygmalion ini sangat menginspirasi sekali, bahkan sampai dilakukan riset oleh Robert Rosenthal dan Lenore Jacobson.  Pygmalion Effect dikenal juga sebagai Rosenthal Effect.  Studi dari Rosenthal mengatakan ‘higher expectation lead to an increase in performance.  Banyak contoh dan kasus yang membuktikan ini, kekuatan dari ‘positive expectation’.  Seorang atasan yang mengganggap anak buahnya pemalas dan tidak mau menerima tanggung jawab maka akan benar adanya seperti itu, seperti teori X & Y atau teori  task-oriented & people-oriented leader.

Di internet banyak sekali ulasan tentang Pygmalion Effect ini terutama dikaitkan dengan manajemen atau situasi kerja di perusahaan dan organisasi.  Ini saya kutip dari wikipedia, ‘Leader expectations of the employee may alter leader behavior. This behavior that is expressed toward an employee can affect the behaviors of the employee in favor of the leader’s expectations.  The more an employee is engaged in learning activities, the higher the expectation is from the leader. In turn, the employee participates in more learning behavior. Leaders will show more leader behaviors such as leader-member exchange (trust, respect, obligation, etc.), setting specific goals, and allowing for more learning opportunities for employees, and giving employees feedback. These factors were brought about by Rosenthal’s model of the Pygmalion effect.

Melalui metaphor Pygmalion Effect melahirkan banyak sekali konsep-konsep dan dalil-dalil manajemen terutama yang berhubungan dengan perilaku-perilaku karyawan, bagaimana merubah perilaku sesuai dengan harapan perusahaan seperti teori-teori motivasi, leadership komunikasi, psikologi, sosial dan sebagainya. Hanya saja sangat sedikit, bahkan bisa dibilang tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana Pygmalion Effect tersebut bisa bekerja, seperti apa proses yang terjadi di dalamnya.

(to be continued)


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close