People Innovation Excellence

Word-of-Mouth = Agen Promosi Gratis

Oleh: Annetta Gunawan, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

 

Ferg Burger adalah salah satu hamburger restaurant yang terletak di Queenstown, New Zealand. Ferg Burger berdiri pada tahun 2001 dan sangat terkenal di mancanegara hingga kini. Uniknya, restoran ini bukan seperti McDonald’s atau Burger King yang gerainya tersebar di mana-mana, Ferg Burger hanya membuka 1 gerai di kota kecil tersebut.

Saya berkesempatan mengunjungi gerai tersebut pada liburan kemarin, dan ketika ke sana, antrian sudah mengular panjang sampai ke luar. Dan setelah membayar pesanan, si kasir meminta untuk kembali mengambil pesanan dalam waktu 40 menit. Keesokan harinya, saya ke sana lagi, dan mengalami hal yang sama. Kendati harus melewati antrian panjang dan menunggu lama, tapi rasanya terbayarkan ketika akhirnya berhasil mencicipi burger fenomenal tersebut.

Saya berpikir, apakah orang-orang rela mengantri dan menunggu lama hanya semata-mata karena rasa dan ukuran burger yang di atas rata-rata itu? Ataukah ada faktor psikologis konsumen yang ‘tidak ingin ketinggalan eksis’?

ferg burger

Sejujurnya, saya mengetahui keberadaan gerai ini dari teman saya yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi Queenstown. Dan setelah mendapatkan rekomendasi dari teman saya ‘mesti coba, enak tuh!’, maka saya sudah bertekad apapun yang terjadi harus makan Ferg Burger ketika menginjakkan kaki di kota tersebut. Sesungguhnya, saya juga merupakan ‘korban’ dari efek word-of-mouth, dan saya juga yakin orang-orang lain yang mengantri di sana kebanyakan juga ‘bernasib’ seperti saya.

“Word-of-mouth influence: the impact of the personal words and recommendations of trusted friends, associates, and other consumers on buying behavior.” – Kotler & Armstrong, 2014.

Para pelaku bisnis sangat diuntungkan dengan adanya word-of-mouth (WOM) ini, karena mereka bisa mempromosikan produknya tanpa biaya langsung apapun. Saya belum pernah melihat Ferg Burger memasang iklan atau mengadakan promosi penjualan untuk produknya. Bisa dikatakan bahwa dia hanya mengandalkan WOM untuk menarik konsumen baru.

WOM akan lebih diandalkan oleh bisnis kecil atau bisnis baru, karena keterbatasan budget promosi. Tanpa harus menghabiskan uang untuk usaha-usaha promosi, mereka hanya perlu membuat setiap konsumen yang datang terkesan dengan produk atau layanan mereka, hingga merangsang konsumen menyebarkan ‘kabar baik’ yang telah mereka rasakan kepada kenalan-kenalan mereka.

Pertanyaannya, bagaimana caranya untuk bisa meninggalkan kesan mendalam bagi konsumen agar si konsumen bersedia menjadi ‘agen promosi’ perusahaan? Hal ini akan saya bahas lebih lanjut di artikel saya berikutnya. Salam jumpa, dan jangan lupa untuk mencoba Ferg Burger suatu saat bila Anda berkesempatan berada di Queenstown 🙂

 


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close