People Innovation Excellence

Transhumanisme: Tantangan Masa Depan Komunitas Virtual

Oleh: Robertus Tang Herman, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

Refleksi atas realitas yang terjadi saat ini sebagaimana fenomena berkembangnya komunitas virtual sebagai efek kebangkitan media sosial seakan menegaskan bahwa masyarakat global tengah “berkeliaran” di era digital (digital age), dimana pengetahuan dan teknologi terus berlomba menciptakan temuan baru. Tak ada yang berpikir untuk menghentikannya, selain berujung pada penantian akan kebaruan apa yang dihadirkan lewat temuan-temuan baru dari inovasi pengetahuan dan teknologi. Sepertinya, kita sedang diarak ke dunia masa depan dan apa yang terjadi di hari ini adalah sebagian kecil dari tanda atau symbol yang akan membawa kita ke sudut lain dunia masa depan yang bahkan belum terpetakan dengan jelas.

Nick Bostrom (2003) mengingatkan kita tentang Transhumanisme (Transhumanism),  yakni suatu cara berpikir tentang masa depan yang dilandasi oleh adanya pengembangan teknologi secara komparatif. Pesan penting dari transhumanisme ini adalah sebuah peringatan atas adanya potensi teknologi di masa depan yang memungkinkan teknologi mengambil alih keterbatasan manusia, termasuk menggunakan alat teknologi untuk memperbaiki kondisi manusia dan lingkungan eksternalnya, bahkan kondisi organisme manusia itu sendiri.

Pemanfaatan media sosial cenderung meningkat terutama di kalangan masyarakat kita. Tentu saja ada banyak alasan yang turut mempengaruhinya. Jika dikaitkan dengan teori Perilaku Konsumen, maka tindakan seseorang untuk mengadopsi sebuat produk atau jasa didorong oleh adanya kebutuhan. Sejalan dengan pandangan tersebut, maka media sosial telah ditempatkan sebagai jawaban atas pemenuhan kebutuhan interaksi virtual yang sekaligus penanda atau ciri dari kebangkitan generasi digital. Masyarakat di era digital merupakan hasil perpaduan antara teknologi dan gaya hidup (lifestyle) yang memungkinkan seseorang dapat dengan mudah mengikuti perkembangan terbaru yang ada di berbagai belahan dunia.

Apa yang disampaikan oleh Nick Bostrom (2003) tentang Transhumanisme menjadi catatan yang sangat penting, setidaknya kehadiran teknlogi masa depan yang dikembangkan oleh para innovator mungkin tidak untuk menggantikan 100 persen tenaga manusia, tetapi mengancam keberadaan manusia, suatu komunitas atau organisasi yang tingkat respons perubahan teknologinya sangat rendah.  Transhumanismenya Bostrom tidak bermaksud menakuti sebuah masa depan yang ekstrim tetapi sebuah peringatan bagi masyarakat di era digital tentang sebuah gelombang perubahan tekonologi yang tengah menggerakan masa depan manusia itu sendiri. Terkait hal itu, maka kebangkitan media sosial dengan komunitas virtual di dalamnya harus disadari sebagai ruang untuk berdiskusi guna menjembatani realitas yang ada di hari ini dengan masa depan global dimana teknologi terbarukan akan menjadi roda utama penggerak perubahan, sehingga transhumanisme pun menjadi kesadaran bersama yang harus disikapi dengan optimisme.

Pengguna media sosial tidak terbatas pada individu atau sekelompok orang, melainkan juga di kalangan pelaku bisnis atau korporasi dan juga instansi pemerintahan. Hal yang paling utama adalah sejauhmana setiap orang dapat menjadikan komunitas virtual dan kehadiran media sosial sebagai sebuah arena baru dan cara baru dalam menciptakan relasi sosial yang memberi nilai atau manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Konektivitas dalam jaringan media sosial harus diterima sebagai sebuah kekuatan baru bagi kelangsungan hidup individu dan organisasi apapun di era digital ini, dan itupun harus disertai dengan adanya kearifan virtual dari setiap aktor/ pelakunya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close