People Innovation Excellence

Pemicu “Bridezilla” pada Calon Pasangan Pengantin di Jakarta (Part II)

Oleh: Ina Melati, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

 

“Bisa gak sih ya, yang lainnya gak usah ikutan ribet?” Nah biasanya pernyataan ini terlontar kalau calon pasangan pengantin sudah dalam tahapan sindrom “Bridezilla” yang sudah lumayan parah. Penyebabnya bukan lagi karena pemasalahan yang datang dari mereka berdua saja, tetapi sudah menyangkut ke pihak lain, dalam hal ini Key Stakeholder disekitar mereka.

Sekedar menyegarkan ingatan tentang siapa saja Key Stakeholder yang juga berperan dalam proses persiapan pernikahan adalah sebagai berikut:

  • Calon pengantin wanita
  • Calon pengantin pria
  • Orang tua calon pengantin wanita
  • Orang tua calon pengantin pria
  • Saudara kandung pengantin wanita
  • Saudara kandung pengantin pria
  • Keluarga besar pengantin wanita
  • Keluarga besar pengantin pria
  • Para sahabat dan teman-teman calon pengantin wanita
  • Para sahabat dan teman-teman calon pengantin pria

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang pemicu “Bridezilla” yang datangnya dari calon pasangan pengantin (internal factors), maka pada artikel kali ini akan dibahas tentang pemicu “Bridezilla” yang datangnya dari luar calon pengantin (external factors) dalam hal ini adalah Key Stakeholder di sekitarnya yaitu:

  • Orang tua calon pengantin wanita
  • Orang tua calon pengantin pria
  • Saudara kandung pengantin wanita
  • Saudara kandung pengantin pria
  • Keluarga besar pengantin wanita
  • Keluarga besar pengantin pria
  • Para sahabat dan teman-teman calon pengantin wanita
  • Para sahabat dan teman-teman calon pengantin pria

Berikut ini akan dibahas 3 permasalahan utama pemicu “Bridezilla” yang berasal dari eksternal factors:

Orang Tua Kedua Belah Pihak

  1. Pembagian ongkos pesta pernikahan: Pembagian ongkos pernikahan bisa menjadi hal yang sangat sensitive bagi kedua belah pihak, karena pesta pernikahan pasti memiliki konsep tertentu, di Indonesia khususnya, konsep pesta pernikahan akan mengikuti budaya calon pasangan pengantin. Hal ini akan menjadi lebih sensitive lagi jika calong pasangan pengantin berasal dari dua budaya yang berbeda, kemudian permasalahan akan dimulai dengan, “okey, jadi konsepnya mau pake adat apa nih?” yang diikuti dengan pertanyaan selanjutnya “okey kalo pake adat itu, jadi siapa yang bayar?”
  2. Penentuan konsep: Melalui penelitian Ethnografi yang sudah dilakukan selama hampir 8 tahun, diketahui bahwa permasalahan paling pelik yang dihadapi oleh calon pasangan pengantin yang datangnya dari pihak orang tua adalah mengenai konsep pernikahan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di Indonesia pesta pernikahan adalah salah satu pencapaian hidup bagi orang tua, dan kebanyakan orang tua ingin melihat anaknya menikah dengan menggunakan konsep budayanya, hal ini kemudian menjadi masalah besar jika calon pasangan pengantin berasal dari dua budaya.
  3. Pelayanan yang mendetail: Sebagai pihak yang mengeluarkan biaya, orang tua seringkali menuntut pelayanan yang maksimal dari Wedding Organizer, dimana seringkali pelayanan maksimal tersebut membuat ongkos pernikahan keseluruhan menjadi membengkak.

Saudara Kandung Kedua Belah Pihak

  1. Pencari alternatif: Seringkali kakak/adik kandung calon pasangan pengantin berkeinginan untuk membantu, salah satu bentuknya adalah dengan mencari sebanyak mungkin referensi tentang vendor-vendor yang menawarkan produk/service yang berhubungan dengan pesta pernikahan, namun seringkali referensi tersebut membuat calon pasangan pengantin malah bingung untuk memilih.
  2. Pemberi saran: Saudara kandung juga seringkali menjadi pihak yang sering memberikan saran dan masukan kepada calon pasangan pengantin, yang banyak terjadi saran dan masukan yang mereka berikan kadang-kadang lebih menguntungkan salah satu pihak saja.
  3. Sumber informasi: Saudara kandung juga berperan sebagai sumber beragam informasi seputar pernikahan, meskipun pada akhirnya seringkali membuat calon pasangan pengantin mendapatkan informasi yang berlebih.

Relasi Kedua Belah Pihak (saudara dari keluarga besar, sahabat dan teman-teman)

  1. Ingin diistimewakan: Kadang kala relasi kedua belah pihak juga ingin diperlakukan seistimewa calon pasangan pengantin dan pemangku hajat.
  2. “Too much involved”: Karena keinginan yang sangat kuat untuk membantu, relasi calong pasangan pengantin seringkali menjadi pihak yang juga mengurus detail pesta pernikahan,.
  3. Kepanitiaan: Meskipun sudah menggunakan Wedding Organizer, tipikal orang Indonesia masih banyak yang merasa perlu membuat kepanitiaan keluarga, dan seringkali kepanitiaan keluarga ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pembentukannya, dan pada akhirnya semua pekerjaan dikerjakan oleh Wedding Organizer juga, meskipun demikian panitia keluarga tetap memiliki andil untuk membantu penyelenggaraan pesta pernikahan.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close