People Innovation Excellence

Analisa Fundamental Investasi Saham (Serial Profitabilitas EBITDA)

Oleh : Adi Teguh Suprapto, SE., MM

Apaan sih Analisa Fundamental itu? yaitu upaya menilai kinerja emiten berdasarkan faktor-faktor fundamental yang dapat mempengaruhi harga saham emiten seperti kondisi perekonomian, industri, prospek saham maupun kinerja keuangannya.

Analisa Fundamental adalah Analisa yang mengandalkan proyeksi maupun valuasi atas kinerja emiten. Analisa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti perhitungan rasio keuangan dan membaca laporan keuangan emiten.

Emiten sendiri adalah istilah bagi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di bursa-bursa dunia lainnya di Asia, Amerika dan Eropa.

UntitledTulisan ini juga membatasi pada bahasan dari kinerja keuangan emiten. Laporan keuangan, terdiri dari Neraca, laporan Laba Rugi dan laporan arus kas ditambah laporan perubahan modal dan catatan atas laporan keuangan.

Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan emiten melalui posisi aktiva (aset), kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) pada periode tertentu. Aktiva atau aset adalah segala sesuatu yang dimiliki perusahaan. Sementara pasiva (kewajiban & ekuitas) adalah sumber pendanaan perusahaan dalam memperoleh aset tadi.

Laporan laba rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan dalam periode tertentu yang menggambarkan keuntungan atau kerugian perusahaan setelah omset atau penghasilan dikurangin berbagai beban produksi/ usaha dan beban-beban operasional lainnya.

Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam periode tertentu yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas mencerminkan kondisi perusahaan, walaupun merugi misalnya, selama arus kas nya positif, perusahaan masih dapat berjalan.

Tulisan kali ini akan membahas contoh analisa fundamental profitabilitas yang didasarkan pada data-data dari laporan laba rugi.

Analisa Fundamental Profitabilitas SahamSektor Telekomunikasi

Tiga Emiten berkapitalisasi terbesar sektor telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TLKM), PT Indosat, Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata, Tbk (EXCL).

UntitledSelama tahun 2014,meski pendapatan hanya tumbuh moderat, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) masih merupakan salah satu emiten terbaik dari semua emiten telekomunikasi. Sementara emiten telekomunikasi lainnya masih tertekan.

PT Indosat, Tbk (ISAT) berfokus pada modernisasi jaringan sementara PT XL Axiata, Tbk (EXCL) berfokus pada penyelesaian kewajiban pada pihak ketiga terkait akuisisi AXIS. Sehingga hanya Telkom yang mampu mencatatkan perolehan laba sementara pesaing lainnya mencatatkan kerugian.

Beban operasional perusahaan telekomunikasi yang tinggi, menjadikan pertumbuhan industri ini rendah. Hal ini pula yang menyebabkan beberapa emiten mengalami penurunan profitabilitas yang ditunjukkan oleh penurunan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) terkecuali Telkom.

Margin EBITDA Telkom mencapai 51,85% tertinggi dibandingkan kompetitor lainnya yang membukukan margin EBITDA yang lebih rendah.

Industri telekomunikasi telah memasuki level jenuh, tidak memiliki inovasi-inovasi baru dalam industri ini. Hanya menyisakan satu teknologi 4G-LTE yang menjanjikan layanan data yang lebih cepat.

Sebuah penelitian pada kuartal II 2013 melaporkan bahwa kecepatan koneksi internet rata-rata di indonesia hanya 1,5 Mbps. Sementara negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura (7,8 Mbps), Thailand (4,7 Mbps), Malaysia (3,2 Mbps), Vietnam (2Mbps), dan Filipina (1,8 Mbps).

Sehingga teknologi 4G-LTE ini diharapkan mampu kembali menggairahkan konsumen industri telekomunikasi yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan pendapatan emiten-emiten di sektor ini.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close