People Innovation Excellence

PENGENALAN SCOR MODEL 10.0 UNTUK PENELITIAN BISNIS

Oleh Haryadi Sarjono, S.T., M.M., M.E.

Konsep perbaikan kinerja Supply Chain Management dengan pendekatan Scor Model

Studi kasus di perusahaan Produksi obat Herbal

(Bagian 02)

Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja supply chain management produk teh herbal sirsak dengan pendekatan SCOR (Supply Chain Operations Reference) model dan memberikan alternatif pemecahan masalah strategis dalam mengevaluasi kinerja rantai pasokannya yang berupa usulan perbaikan kinerja proses produksinya. Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan manufakturing yang memproduksi obat herbal dengan merk sendiri. Metode penelitian adalah metode deskriptif. Berdasarkan metric yang diukur nantinya, akan dapat disimpulkan apakah kinerja SCM produk teh herbal sirsak sudah efisien atau belum, hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran

kinerja metrik dari Perfect Order Fulfillment (POF), Order Fulfillment Cycle Time (OFCT), Cost of Goods Sold (COGS), dan Cash to Cash Cycle Time (CTCCT).

Untuk mengukur kinerja supply chain di perusahaan obat Herbal ini diperlukan suatu pengukuran melalui pendekatan yaitu Supply Chain Operation Reference (SCOR). Penerapan metode SCOR pada supply chain management menyediakan pengamatan dan pengukuran proses supply chain secara menyeluruh. Supply Chain Operations Reference (SCOR) model yaitu suatu model yang dirancang oleh Supply Chain Council (SCC). Dalam hal ini terdapat beberapa versi pada SCOR. Saat ini SCC telah mengeluarkan model SCOR versi 10.0 (www.supply-chain.org, 2010). Model SCOR adalah salah satu model dari operasi supply chain, yang pada dasarnya merupakan model berdasarkan proses. Model ini mengintegrasikan tiga unsur utama dalam manajemen, yaitu business process reengineering (BPR), benchmarking, dan best practice analysis (BPA) kedalam kerangka lintas fungsi supply chain. SCOR membagi proses-proses supply chain menjadi lima proses inti yaitu plan, source, make, deliver, return. SCOR memiliki tiga level proses dari yang umum hingga ke yang detail.

SCC didirikan pada tahun 1996 dan diprakarsai oleh beberapa organisasi / perusahaan seperti Bayer, Compaq, Procter & Gamble, Lockheed Martin, Nortel, Rockwell Semiconductor, Texas Instruments, 3M, Cargill, Pittglio, Rabin, Todd & McGrath (PRTM), dan AMR (Advanced Manufacturing Research) yang beranggotakan 69 orang sukarelawan yang terdiri dari para praktisi dunia industri dan para peneliti (Bolstorff, 2003). Kelebihan dari SCOR model sebagai Process Reference Model (PRM) adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan Business Process Reengineering (BPR), benchmarking dan Best Practice Analyze (BPA) kedalam kerangka kerja supply chain.

Menurut Supply Chain Council (2010), ada 4 level tahapan pemetaan SCOR version 10.0, yaitu:

  1. Level 1, mendefinisikan ruang lingkup dan isi dari SCOR model.
  2. Level 2, merupakan tahap konfigurasi
  3. Level 3, merupakan tahap dekomposisi proses-proses yang ada pada rantai pasok menjadi elemen-elemen yang mendefinisikan kemampuan perusahaan untuk berkompetisi.
  4. Level 4, merupakan tahap implementasi yang memetakan program-program penerapan secara spesifik serta mendefinisikan perilaku-perilaku untuk mencapai competitive advantage dan beradaptasi terhadap perubahan kondisi bisnis.

 UntitledUntitledTabel Ruang Lingkup Unsur-Unsur Proses SCOR

No. Unsur Proses Mata Rantai 1

(Supplier)

Mata Rantai 2

( Perusahaan Produksi)

Mata Rantai 3

( Distributor / Toko / End-user)

1 Plan Perencanaan supply bahan baku Perencanaan kebutuhan raw material, perencanan persediaan bahan baku, persiapan peralatan, perencanaan produksi, perencanaan financial dan perencanaan delivery. Perencanaan pembelian finish good, perencanaan persediaan finish good.
2 Source Pengadaan bahan baku untuk memasok bahan baku ke Perusahaan dan membuat kesepakatan dengan partner. Pemesanan, pengiriman, pemeriksaan dan pengeluaran yang berkaitan dengan pemrolehan bahan baku dari pemasok, memilih pemasok dan membuat kesepakatan dengan pemasok. Pembelian finish good melalui Perusahaan.
3 Make Tidak ada proses membuat, karena bahan baku tersedia dari alam langsung diangkut ke perusahaan untuk diprosuksi. Mengolah, memproduksi, dan melakukan packaging finish good. Tidak ada proses membuat oleh toko / end-user. Toko sebagai penjual finish good, sedangkan end user sebagai pemakai akhir.
4 Deliver Melakukan pengangkutan bahan baku ke perusahaan Melakukan packaging / pengemasan sesuai prosedur Perusahaan, melakukan pengiriman dengan transportasi yang tepat dan tepat waktu, mengelola proses pesanan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Toko melakukan pengiriman kepada end-user setiap ada pembelian. End-user tidak melakukan proses pengiriman karena dipakai sendiri.
5 Return Mengelola pengembalian bahan baku yang tidak sesuai permintaan dari perusahaan dan menyediakan transportasi untuk pengiriman bahan baku pengganti. Pembuatan klaim atas bahan baku yang tidak sesuai permintaan ke pemasok dan mengelola klaim atas finish good. Pembuatan klaim atas finish good yang rusak ke perusahaan.

Sumber: Wawancara dengan bagian produksi perusahaan (2014)

UntitledUntitledRancangan pemecahan masalah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan system kinerja supply chain yang lebih optimal sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik dan mendapatkan keuntungan. Rancangan pemecahan masalah yang dilakukan dalam penelitian ini ada 3 level yaitu:

  1. Level pertama membuat proses SCOR yaitu plan, source, make, deliver dan return dan mengukur metrik kinerja. Hasil pengukuran metrik kinerja yang didapatkan kemudian dibandingkan dengan target perusahaan untuk mengetahui apakah kinerja supply chain sudah mencapai target atau belum.
  2. Level kedua yaitu setiap proses inti dalam SCOR akan ditampilkan lebih rinci dari proses-proses rantai pasok perusahaan. Ada tiga tipe proses SCOR dalam level 2, yaitu planning (perencanaan), excecution (pelaksanaan) dan enable (pengaturan antara perencanaan dan pelaksanaan). Pada level 2 akan ditampilkan gambaran rinci dari proses – proses yang ada dalam supply chain perusahaan, mulai dari proses yang berkaitan dengan pemasok, aktivitas produksi dan distribusi sampai produk diterima oleh konsumen.
  3. Level ketiga merupakan tahap dekomposisi proses-proses yang ada pada supply chain menjadi elemen-elemen yang mendefinisikan kemampuan perusahaan untuk berkompetisi. Tahap ini terdiri dari definisi input, elemen-elemen proses, dan output dari informasi mengenai proses elemen, metrik-metrik dari kinerja proses, best practices dan kapabilitas sistem yang diperlukan untuk mendukung best practices. Setelah melakukan pengukuran kinerja manajemen supply chain, peneliti akan memberikan solusi alternatif pemecahan atas masalah yang ada di perusahaan. Hal ini dilakukan agar evaluasi kinerja supply chain yang akan dilakukan sejalan dengan strategi perusahaan dan fokus pada tujuan utama yang ingin dicapai perusahaan.

Published at :
Written By
Haryadi Sarjono, S.T., M.M., M.E.
SCC Management Science - SoBM | BINUS University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close