People Innovation Excellence

Aktivitas Value-Creating oleh Retailer

Oleh: Annetta Gunawan, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

 

Retailer ada dalam rantai nilai karena suatu alasan, kalau tidak, bukankah lebih mudah dan lebih murah bagi konsumen untuk membeli langsung dari produsen? Alasan tersebut adalah retailer melakukan aktivitas yang meningkatkan nilai produk atau jasa. Aktivitas penambahan nilai tersebut terdiri atas:

1. Menyediakan aneka variasi produk atau jasa

Supermarket pada umumnya menyediakan 20.000 sampai 30.000 item berbeda yang diproduksi oleh lebih dari 500 perusahaan. Dengan begitu, retailer memungkinkan kosumen untuk memilih produk dari berbagai pilihan produk, merek, ukuran, dan harga dalam satu lokasi. Misalnya, Frito-Lay memproduksi makanan ringan, Dannon memproduksi susu, Skippy memproduksi selai, dan Heinz memproduksi saus. Jika masing-masing produsen ini memiliki toko sendiri yang menjual hanya produknya sendiri, maka konsumen harus pergi ke banyak lokasi yang berbeda untuk membeli bahan makanan yang dibutuhkan hanya untuk menyiapkan makanan untuk 1 kali sarapan.

retailer-temporary-flow-rfid_resized

Sumber: http://mix.co.id/brand-insight/research/konsep-belanja-baru-ini-harus-diterapkan-retailer

2. Memecahkan produk dalam partai massal ke dalam partai yang lebih kecil

Untuk menghemat biaya transportasi, produsen dan distributor biasanya mengirimkan berton-ton makanan beku atau berkarto-karton pakaian kepada retailer. Sedangkan konsumen hanya membutuhkan produk dalam jumlah kecil sebatas kebutuhan mereka. Peran retailer di sini adalah memecahkan partai massal tersebut ke dalam jumlah yang lebih kecil dan sesuai bagi konsumen untuk dibeli.

3. Menyimpan persediaan (inventory)

Konsumen tidak mungkin menyimpan persediaan produk dalam jumlah besar, dalam hal ini retailer membantu untuk menyimpankan persediaan. Sehingga ketika konsumen kehabisan stok dan sewaktu-waktu membutuhkan produk tersebut, ia langsung bisa membelinya di retailer terdekat yang pasti memiliki stok produk tersebut.

4. Menyediakan pelayanan

Retailer menyediakan pelayanan yang memudahkan konsumen dalam membeli dan menggunakan produk. Misalnya, retailer menawarkan kredit untuk konsumen di mana mereka bisa memiliki suatu produk terlebih dahulu dan membayar kemudian. Retailer juga memajang produk-produk yang dijual sehingga konsumen dapat melihat dan mencobanya terlebih dahulu sebelum membeli. Beberapa retailer juga menyediakan salespeople di toko untuk membantu konsumen mencari atau menerangkan informasi mengenai produk.

5. Meningkatkan nilai produk dan jasa

Dengan melakukan keempat fungsi di atas, retailer meningkatkan nilai produk dan jasa yang diterima oleh konsumen.

 

(Diadaptasi dari: Levy, Michael and Barton Weitz. (2011). Retailing Management – Global Edition.8th edition. McGraw Hill Higher Education.)


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close