People Innovation Excellence

Dunia Membutuhkan Kewirausahaan (2)

Penulis: Deva Prudensia Setiawan

Tugrul Atamer belum mengaitkan ini dengan blok-blok ekonomi yang punya peran penting di masa depan, seperti Trans-Pacific Partnership yang didominasi oleh Amerika Serikat, ASEAN Economics Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dimana kita berada, Uni Eropa yang paling maju sebagai kesatuan pasar ataupun pemerintahan, Eurasian Economics Union yang dimotori Rusia, African Economics Community yang akan jadi satu pasar pada 2023 dengan mata uang tunggal Afro, NAFTA yang merupakan kesepakatan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tetapi tidak bisa berkembang lebih besar lagi, Mercosur di Amerika Latin dengan berbagai permasalahannya, serta berbagai blok ekonomi lainnya.

Dunia global yang multipolar ini bukanlah homogenisasi nilai-nilai universal barat – sesuai perdebatan hangat yang telah berlangsung lama – melainkan interkoneksi dan interaksi tingkat tinggi antara berbagai sistem institusional yang berbeda dan ethos ekonomi didalam kompetisi. Kemajuan bangsa dicapai melalui modernitas dan kita tahu bahwa modernisasi tidaklah unik, melainkan beragam. Berbagai macam modernitas ini berkaitan dengan ethos ekonomi dan sosial yang berbeda didalam kompetisi.

Tahun 2050 tatanan ekonomi dunia baru dicirikan dengan dua pertiga GNP dunia akan dihasilkan oleh delapan negara utama yang saat ini sedang berkembang. Ini berarti juga ada beberapa miliar orang yang akan punya taraf hidup yang kurang. Pembangunan ekonomi global menghasilkan kelas menengah yang besar sekali, tetapi juga tetap ada sejumlah besar orang yang berada dalam kemiskinan.

Bangkitnya kelas menengah ini dibayang-bayangi oleh semakin langkanya sumber energi yang tidak terbarukan. Adanya penurunan terus-menerus pada cuaca global, kelangkaan sumber alam atas energi dari minyak bumi, dikombinasikan pertumbuhan populasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang memberikan tekanan pada sumber daya alam yang dasar dan vital, termasuk air dan udara. Lalu, bagaimana kita menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan semangat kewarganegaraan global?

Wirausahawan adalah pusat agen perubahan untuk mengubah semua tantangan dan diskontinuitas menjadi solusi dan menghasilkan ‘disruptive changes’ melalui penemuan model bisnis baru, pola sosial yang baru, dan institusi baru. Wirausahawan bisnis, wirausahawan sosial, pembuat kebijakan, dan para pemimpin lainnya diharapkan tergabung dalam ekosistem kewirausahaan global yang berbagi nilai dan kepercayaan yang sama. Para wirausahawan ini merupakan pencipta kemakmuran dan keadilan sosial yang tanpa batas. Dunia membutuhkan kewirausahaan. Dunia membutuhkan wirausahawan-wirausahawati.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close