People Innovation Excellence

Indonesia Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015

Penulis: Kuspuji Catur Bagus Wicaksono

Menjelang akhir tahun 2015 yang didepan mata, Indonesia dengan negara Asia lainnya mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan ketat dari negara Tiongkok dan India melalui perjanjian kerjasama ekonomi secara terintegrasi dalam penerapan system perdagangan bebas di Asia dalam bentuk Masyarakat Ekonomi Asean. Perjanjian yang dibentuk melalui proses berkepanjangan sampai akhirnya di KTT ke-12 pada Januari 2007, dihasilkan kesepakatan untuk menjadikan daerah ASEAN sebagai daerah dengan perdagangan bebas baik barang maupun jasa, investasi, tenaga kerja professional dan beserta aliran modal investasi. Negara-negara berpartisipasi dimulai oleh 5 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina bertambah menjadi 10 dengan keikutsertaan Vietnam, Myanmar, Laos dan Brunei Darussalam.

      Bagaimana dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Eknomi ASEAN atau MEA ? Sudah seharusnya Indonesia bersiap dalam menghadapi ketatnya persaingan di tahun 2015 mendatang. Karena dengan adanya MEA tahun depan, dapat menjadikannya sebagai suatu momentum yang baik. Dengan keberadaan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA itu sendiri memberikan berbagai manfaat seperti :

  • di bidang ekonomi, terjadi hubungan perdagangan atau ekspor dan impor antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN, mendatangkan modal atau dana investasi,
  • di bidang politik, kedaulatan negara Indonesia akan diakui oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara serta tidak berani untuk melakukan intervensi politik,
  • di bidang sosial, negara-negara Asia Tenggara akan lebih mudah memberikan bantuan kepada negara yang membutuhkannya,
  • di bidang budaya, pertukaran pelajar merupakan salah satu dari sekian banyak manfaat diperoleh dengan kehadiran ASEAN bagi Indonesia.

Sejauh ini, terdapat langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia berdasarkan rencana strategis pemerintah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA seperti :

  • Penguatan daya saing ekonomi dengan peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembanguan Ekonomi Indonesia,
  • ­Pelaksanaan gerakan Nation Branding bernama program Aku Cinta Indonesia atau ACI yang merupakan pengembangan ekonomi kreatif bagi 27 Kementrian Negara dan Pemda,
  • Penguatan sektor UMKM dengan mengadakan beberapa program seperti Pameran Koperasi dan UKM Festival,
  • Perbaikan infrastruktur seperti prasarana jalan, rel kereta api, transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara, komunikasi dan informatika serta tenaga listrik,
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan beserta sarana dan prasarananya,
  • Reformasi di kelembagaan dan pemerintahan dalam rangka menerapkan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi

          Hal yang tidak boleh dilupakan adalah untuk segera melakukan perluasan akses pasar di luar negeri (ASEAN). Hal ini disebabkan oleh karena ekspor Indonesia ke pasar ASEAN itu sendiri baru mencapai 23 persen dari total nilai ekspor pada periode Januari-Agustus 2013 disebabkan tujuan ekspor Indonesia masih terfokus pada pasar seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang, dimana perekonomiannya sudah membaik dan perlahan menurunkan jumlah impor.

            Perdagangan bebas untuk negara ASEAN itu sendiri menjadikan peluang bagi Indonesia. karena dapat membuka dan memperluas pasar bagi industri dalam negeri yang semakin meningkat. Akan tetapi apabila tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka produk luar negeri dapat masuk untuk menghancurkan kemampuan produktif dalam negeri. Oleh karena itu, Indonesia harus mempersiapkan diri untuk tidak hanya berpartisipasi dan juga menghadapi MEA yang akan dimulai paling cepat Desember 2015 untuk kebaikan baik bagi masyarakat dan juga perekonomiannya.

 

Reff:

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/14/12/29/nhbp7h-kesiapan-menghadapi-mea-2015, diakses 25 November 2015

http://pengertian.website/pengertian-mea-dan-ciri-ciri-masyarakat-ekonomi-asean/, diakses 25 November 2015

Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, Kesiapan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, http://www.academia.edu/10331907/KESIAPAN_INDONESIA_MENGHADAPI_MASYARAKAT_EKONOMI_ASEAN_2015, diakses 25 November 2015

http://sukasosial.blogspot.com/2015/10/manfaat-asean-bagi-indonesia.html, diakses 25 November 2015

http://asc.fisipol.ugm.ac.id/masyarakat-ekonomi-asean-dan-tantangan-reformasi-birokrasi/, diakses 25 November 2015

http://crmsindonesia.org/knowledge/crms-articles/peluang-tantangan-dan-risiko-bagi-indonesia-dengan-adanya-masyarakat-ekonomi, diakses 25 November 2015

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec, diakses 25 November 2015

 


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close