People Innovation Excellence

DWELLING TIME

Written by: Rianto Nurtjahjo, SE,MM

 

Dwelling Time merupakan proses yang dibutuhkan sejak barang turun dari kapal atau barang ditimbun sampai barang keluar dari pelabuhan.

Ada 3 proses utama pada dwelling time:

  1. Pre-Clearance; adalah proses peletakan petikemas di tempat penimbunan sementara (TPS) di pelabuhan dan penyiapan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB).
  2. Customs-Clearance adalah proses pemeriksaan fisik petikemas (khusus untuk jalur merah), lalu verifikasi dokumen-dokumen oleh Bea Cukai dan pengeluaran surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).
  3.  Post-Clearance adalah saat peti kemas diangkut ke luar kawasan pelabuhan dan pihak pemilik peti kemas melakukan pembayaran ke operator pelabuhan.

    Dwelling Time merupakan isu standar yang dihadapi oleh seluruh negara yang concern pada kinerja perdagangan internasionalnya. Dampak dari buruknya pelabuhan barang di Indoensia menyebabkan tingkat waktu bongkar muat tyang sangat tinggi dengan mengukur berapa hari saat barang berada pada tempat penumpukan peti kemas di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) . Perbandingan, dwelling time di dunia; Singapura memiliki dwelling time 1,5 hari, Hong Kong 2 hari, Prancis 3 hari, Los Angeles, AS 4 hari, Australia 3 hari, Port Klang, Malaysia 4 hari, dan Thailand 5 hari.

    Adapun penyebab lamanya dwelling time 

  • Rantai birokrasi yang terlalu berbelit
  • Fasilitas pelabuhan yang kurang memadai
  • Unsur beberapa personil yang memperlambat pergerakan barang.

    Usaha (saran) menekan dwelling time 

  1. Diperlukan standart operation prosedur (SOP) termasuk waktu penyelesaian perizinan barang kategori larangan pembatasan (lartas) oleh instansi terkait seperti Kemendag, Badan POM, Kementan maupun Badan Karantina yang terkoneksi dengan portal National Single Window (NSW).
  2. Menyamakan persepsi antarpetugas Bea Cukai Priok terhadap nomor Harmony System (HS) barang impor yang masuk pelabuhan dalam proses analizing point
  3. Menerapkan fungsi pengadaan terminal peti kemas sebagai layanan bongkar muat barang dari dan ke kapal, sehingga yard occupancy ratio (YOR) terminal bisa tetap terjaga.
  4. Menerapkan peran lembaga Otoritas Pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok yang harus dioptimalkan dalam mengkoordinasikan nstansi/lembaga yang terlibat dalam pengurusan barang ekspor impor di pelabuhan Priok
  5. Selain itu peran pemerintah dapat mengadopsi sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk proses dwelling time di pelabuhan.

Published at :
Written By
Rianto Nurtjahjo, SE,MM
SCC | IBM
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close