People Innovation Excellence

Literasi Keuangan Nasional Indonesia

Written By: Selly Novela, ST, MM

Tingkat Literasi Keuangan penduduk Indonesia atau tingkat pemahaman terhadap pengetahuan investasi keuangan beserta aksesnya masih sangat rendah. Dari hasil Survey Nasional Literasi Keuangan tahun 2013, terlihat bahwa pengetahuan dan akses masyarakat terhadap pasar modal berada di urutan terendah yaitu hanya sebesar 3,79%. Pemahaman masyarakat Indonesia masih terbesar pada Perbankan 21,8%, disusul secara berurutan oleh Asuransi sebesar 17,84%, Pegadaian 14,85%, Pembiayaan 9,8%, Dana Pensiun 7,13%.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada Seminar “Wealth and Beyond Personal Economy Forum 2016″. Dalam kesempatan tersebut OJK sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat yang dalam hal ini sebagin besar adalah para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.

Strategi selanjutnya yang akan dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan Indonesia adalah dengan melakukan 3 pilar berikut ini:

Pilar1: Edukasi dan kampanye Literasi Keuangan Nasional

Pilar 2: Penguatan Infrastruktur Literasi Keuangan Nasional

Pilar 3: Pengembangan Produk dan Jasa Keuangan

Ketiga pilar strategi tersebut akan dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan stakeholders. Diharapkan pada survey berikutnya di tahun 2016 ini target kenaikan tingkat kiterasi sebesar 5-6% dapat tercapai.​

Selanjutnya dalam seminar tersebut juga diisi oleh Nicky Hogan selaku Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang memberikan pemaparan tentang Pasar Modal Indonesia. Mengingat bahwa tingkat pemahaman penduduk Indonesia terhadap pasar modal masih sangat rendah, maka dibutuhkan edukasi yang terus menerus dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada angakatan muda, dalam hal ini adalah mahasiswa sebagai sasaran awal. Dengan membuka Galeri Investasi sebagai bentuk kerjasama antara BEI, kampus dan pemerintah, saat ini sudah terwujud 171 galeri yang tersebar di beberapa kampus di seluruh Indonesia.

Steven Suryana selaku Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia menuturkan bahwa dari hasil survey yang dilakukan terhadap 1000 orang Indonesia dari berbagai kalangan baru-baru ini, terlihat bahwa hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang telah menyiapkan perencanaa finansial jangka panjang dengan baik dan strategis.

Kesadaran akan pendidikan tinggi sudah dimiliki oleh sebagian besar orang tua di Indonesia. Survey HSBC “The Power of Protection Confidence in the Future” menyebutkan 96% orang tua Indonesia ingin anaknya sekolah sd S1. Sedangkan 67% ingin sampai dengan S2. Hal ini termasuk yang tertinggi di dunia. Dalam hal pensiun, 58% orang Indonesia di usia 45 tahun sudah merencanakan akan pensiun dalam 5 tahun ke depan. Namun 14% nya beum menyiapkan pensiun secara finansial.

Dalam studi tersebut juga terungkap beberapa permasalahan Indonesia ketika tua. 64% masyarakat Indonesia mengkuatirkan kondisi kesehatan fisik, 54% kuatir tentang kesehatan keuangan dan 43% kepada kualitas hidup di usia tua atau ketika sudah tidak produktif lagi. Sebesar 68% orang Indonesia memiliki pandangan positif tentang kualitas hidupnya. Namun sebanyak 33% tidak memiliki persiapan di masa depan.

HSBC mendorong publik agar tidak terlambat atau menunda melakukan perencanaan finansial jangka panjang yang sangat diperlukan untuk jaminan kesejahteraan masa depan. Menurut Stevan Suryana, “Tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia menghadapi masa depan adalah keterlambatan dalam melakukan perencanaan dan masih adanya budaya menunda.”​


Published at :
Written By
Selly Novela, ST, MM
IIRC | IBM
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close