People Innovation Excellence

APAKAH BISNIS ONLINE BISA MEMBUAT BANYAK PUSAT PERBELANJAAN BERHENTI BEROPERASI?

Oleh: Freddy Pandapotan Simbolon, S.E., M.M. (Faculty Member of International Marketing)

 

Kekhawatiran Jokowi bahwa akan ada banyak mall yang tutup seiring bertumbuhnya perdagangan dalam jaringan dan startup bukan tanpa alasan. Mengacu pada hasil riset Colliers International Indonesia, ruang-ruang kosong pusat perbelanjaan di Jakarta sudah mencapai tiga setengah kali lipat luas Plaza Indonesia. Ini artinya terdapat 372.614 meter persegi yang tidak terisi atau terserap pasar. Ruang-ruang kosong ini terdapat di mal l kelas atas-atas (upper class) seluas 64.162 meter persegi, kelas menengah 157.613 meter persegi, dan kelas bawah 150.799 meter persegi.

Berdasarkan riset Mindshare (2014) di 33 negara, Indonesia menduduki peringkat ke-13 dalam hal penggunaan media digital untuk belanja online. Situs belanja online adalah jawaban untuk kemudahan jual-beli. Jika situs online shopping tidak bisa memberikan fitur yang memudahkan pengguna, orang akan malas untuk bertransaksi. Salah satu situs online shopping yang memiliki fitur cukup lengkap, dan menawarkan berbagai kemudahan adalah Blibli.com. Situs ini menawarkan kemudahan personalisasi dan sharing pengalaman belanja lewat fitur My Blibli, seperti: profil belanja pribadi, wishlist, poin dan bonus belanja khusus, juga kebebasan sharing produk favorit lewat berbagai situs social media.

Inilah yang disebut sebagai social commerce, yaitu ketika yang kita lakukan bukan hanya sekadar berbelanja dan bertransaksi online, tetapi pengalaman belanja tersebut dijadikan sosial. Kita berbagi dengan orang lain mengenai apa yang kita beli dan bagaimana pengalaman kita membeli produk tersebut. Sebagai makhluk sosial, kita akan lebih tertarik untuk membeli suatu barang jika mendapat rekomendasi dari teman atau orang terdekat yang kita percayai.

Sementara menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, meskipun pusat belanja masih bisa bertahan, namun konsepnya akan lebih mengkristal ke arah gaya hidup atau lifestyle mall. Peritel yang akan melakukan ekspansi besar-besaran adalah mereka yang bergerak di sektor makanan dan minuman, seperti restoran ataukafe, pusat kebugaran, dan peritel-peritel yang menunjang gaya hidup. Pusat belanja akan menjadi tempat bersosialisasi atau nongkrong, serta untuk liburan keluarga, bukan lagi tempat belanja, apalagi untuk mencari barang-barang seperti gawai (gadget), elektronik, dan pakaian.

 


Published at :
Written By
Freddy Pandapotan Simbolon, S.E., M.M.
Faculty Member of International Marketing | Binus University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close