People Innovation Excellence

TREN CONVENIENCE STORE TERUS BERKEMBANG

Oleh: Rita, SE., M.Si (Faculty Member of International Marketing)

Perkembangan industri ritel di Indonesia luar biasa pesat, terutama di format kecil, yaitu minimarket dan convenience store. Sedangkan perkembangan ritel diformat yang lebih besar seperti hypermarket tidak sebagus di level minimarket. Dewasa ini persaingan lebih seru memang diformat ritel yang kecil, karena bertumbuhnya kelas menengah yang kini sekitar 60% dari jumlah penduduk, memiliki andil dalam menyuburkan minimarket.

Sementara minimarket sendiri cukup agresif dalam berekspansi. Namun saat ini, banyak minimarket sedang kesulitan, karena harga tanah di kota-kota besar sudah sangat mahal. Harga rental juga meningkat. Akhirnya mereka mencari solusi dengan mencari margin baru, yaitu menambahkan makanan (restoran) di atas tokonya.

lawson

Untuk kota-kota urban seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, mulai berkembanglah convenience store yang membidik kalangan anak muda. Seperti yang ditawarkan 7-Eleven, mereka tidak hanya grab and go (beli kemudian pergi), tapi juga nongkrong (hang out). Kondisi ini kemudian menjadi tren konsep convenience store. Konsep toko seperti ini dinamakan convenience resto, karena konsumen tidak hanya membeli kemudian pergi, tetapi membeli kemudian makan dan nongkrong di tempat/toko. Hal serupa menyusul dilakukan oleh Lawson, Circle-K, dan lain-lain. Untuk convenience resto, investasinya lebih mahal karena membutuhkan tanah yang lebih luas, misalnya untuk lahan parkir. Selain itu juga harus punya keunikan dengan menu yang dijual.

circle K

Konsep dasar convenience store sendiri merupakan toko yang menjual produk-produk secara cepat dan fresh, termasuk makanan basah. Tapi pada prinsipnya yang membuat orang datang ke toko ada tiga faktor, yaitu shopping, eating, dan meeting. Convenience store saat ini telah menjadi tren tempat hang out favorit anak muda dan kelas pekerja di kota urban.

Jenis-jenis convenience store secara umum dibedakan dari luas bangunannya, tapi lokasi tetap harus di jalan raya yang hidup 24 jam. Dari mulai kios yang terkecil, mini  convenience store, limited convenience store, traditional convenience store, expanded convenience store, hingga hyper convenience store yang paling besar. Kemudian, perbedaan juga dapat dilihat dari sisi produk yang dijual dari beverage, snack, rokok, dan kondom, hingga makanan besar seperti nasi ayam, dan sejenis lainnya. Bahkan dari sisi pelayanan, pada jenis hyper convenience store melayani bengkel mobil dan motor serta pengisian bahan bakar. Sementara untuk convenience resto kebanyakan masih di Jakarta, karena trennya mesti diciptakan dulu.(Berbagai Sumber).


Published at :
Written By
Rita, SE., M.Si
Faculty Member of International Marketing | Binus University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close