People Innovation Excellence

Consumer Involvement

Oleh: Yohanes Sidi, SE (Alumni of International Marketing)

 

Keterlibatan konsumen terhadap sebuah produk merupakan tujuan kebanyakan dari perusahaan. Dengan adanya keterlibatan konsumen pada sebuah produk yang ditawarkan dapat secara langsung atau tidak langsung membantu produk tersebut untuk berkembang ke tahap selanjutnya, serta melakukan perbaikan (upgrade) di perjalanan produk tersebut ke tahap maturity.

Menurut Michael R. Solomon, (2007 : 128) “Involvement is a person’s perceived relevance of the oject based on their inherent needs, values and interest” yang memiliki arti sebuah ikatan atau keterlibatan antara seseorang dengan sebuah objek berdasarkan kebutuhan, nilai dan juga ketertarikan serta keuntungan yang dapat mereka dapatkan dari objek tersebut (berupa merek, iklan atau bahkan situasi pembeli). Michael R. Solomon (2007 : 129) juga menambahkan bahwa keterlibatan adalah upaya seseorang dalam membangun motivasi yang dapat dipicu dari berbagai macam hal yang berbeda.

Menurut J. Paul Peter dan Jerry C. Olson (2007), involvement mengacu pada persepsi konsumen tentang pentignya atau relevansi personal suatu objek, kejadian atau aktifitas. Selain itu, keterlibatan juga diartikan sebagai suatu motivasi yang menggerakan serta mengarahkan proses kognitif (pengetahuan arti akhir tentang konsekuensi penting yang disebabkan oleh pengunaan produk) dan perilaku konsumen pada saat mereka membuat sebuah keputusan.

Menurut Mowen (2002), involvement adalah pribadi yang dirasakan penting dan atau minat konsumen terhadap perolehan, konsumsi, dan disposisi barang, jasa atau ide. Dengan semakin meningkatnya keterlibatan, Konsumen memiliki motivasi yang lebih besar untuk memperhatikan, memahami, dan mengelaborasikan informasi tentang pembelian.

Sedangkan, menurut Guthrie dan Kim, (2010)“Involvement can be described as the personal relationship one holds with a product or situation and is determined by both internal factors (values, moral, and attitudes) and external factors (environment, products, and advertising)” yang artinya keterlibatan dapat digambarkan sebagai hubungan pribadi seseorang yang memegang produk atau situasi dan ditentukan oleh faktor internal (nilai-nilai, moral, dan sikap) dan faktor eksternal (lingkungan, produk, dan iklan).

Dalam buku Consumer Psychology, Cathrine V. Jansson-Boy (2010) mengemukakan bahwa dalam involvement terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti:

  • Person Factors, di mana involvement dapat tercipta akibat pengaruh dari orang atau komunitas di sekitar konsumen
  • Object Factors, di mana involvement dapat tercipta akibat pengaruh dari kelebihan / fitur daru produk  yang sesuai dengan keinginan konsumen
  • Situational Factor, di mana involvement dapat tercipta akibat adanya pengaruh atau kejadian tertentu di sekitar konsumen.

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close