People Innovation Excellence

Peluang Industri Confectionary dalam Ritel Modern

Oleh: Ladwina Decy, SE (Alumni of International Marketing)

Tingginya pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan dan pertumbuhan pada beberapa sektor, termasuk sektor ritel. Perkembangan sektor ritel, khususnya ritel fast moving consumer goods (FMCG) yang secara modern dan teratur, mengalami peningkatan yang besar. Perubahan gaya hidup, sebagai konsekuensi dari era globalisasi, menyebabkan konsumen di negara berkembang mencoba untuk meniru gaya hidup dan pola konsumsi yang terjadi di negara maju (Ger dan Belk, 1996; Ardhanari et al., 2013). Itulah mengapa pembagian demografis, urbanisasi dan perubahan gaya hidup dari populasi middle-class juga meningkatkan pengeluaran di sektor ritel modern.

Hal ini menyebabkan penetrasi ritel modern pada “kota-kota lapis kedua” juga dalam peningkatan dengan jumlah toko yang meningkat telah dibuka oleh retailer di kota-kota yang terletak di sekitar Jakarta begitu pula dengan kota-kota lainnya di dalam maupun di luar Jawa (The Jakarta Post, 2014). Pertumbuhan sektor modern ritel diperkirakan akan terus meningkat sebesar 87 milyar dolar Amerika pada tahun 2017, menurut McKinsey Indonesia Consumer Report 2014, yang dipacu oleh pertumbuhan convenience store di Indonesia. Convenience store terus menjadi pilihan pertama (primary channel) dibandingkan dengan hyper/supermarket dengan pelayanan dan ketersediaan produk yang membuat convenience store menjadi pilihan pertama secara natural oleh masyarakat consuming class.

Berdasarkan laporan dari Euromonitor, ritel modern bahan pangan terus bertumbuh kuat pada tahun 2014 mencapai nilai 2 kali digit nilai pertumbuhan yang sebelumnya. Meskipun Indonesia masih dikuasai oleh pasar tradisional, menurut Kantar Worldpanel Indonesia kesempatan pasar modern Indonesia juga masih luas. Terbukti dengan data pertumbuhan modern ritel khususnya untuk key accounts dari The Nielsen Company Indonesia yang terus meningkat hingga mencapai angka 10.000 toko, di mana pertumbuhan paling tinggi pada kategori minimarket adalah Alfamidi, Indomaret, Alfamart dan Circle K.

Dengan pertumbuhan seperti ini, maka terciptalah juga peluang untuk kategori FMCG (fast moving consumer goods) untuk terus bertumbuh di toko ritel salah satu contohnya adalah sektor confectionery. Menurut Canadean, Ltd. dalam laporan Consumer and Market Insight: Confectionery Market in Indonesia per bulan Juni 2015, mayoritas penjualan dari sektor confectionery di Indonesia berasal dari convenience store.

so-chocolate-hkia-686

Sektor confectionery di Indonesia akan memasuki pertumbuhan tertinggi dari segi nilai dan juga volume selama tahun 2014 – 2019. Pada tahun 2014 telah keseluruhan sektor confectionery telah bertumbuh sebesar 22%, berdasarkan data Mintel’s Gloal Market Navigator.

Pada tahun 2018 diprediksikan bahwa sektor confectionery di Indonesia akan memiliki nilai USD 2.6tn naik dari angka USD 1.55tn pada tahun 2013 dan dari USD 1.1tn pada tahun 2011 berdasarkan data terakhir Euromonitor. Hal ini dipacu oleh permintaan yang lebih besar akan indulgent treats dan keinginan untuk mencari kesenangan dan kenikmatan yang lebih, permintaan akan confectionery khususnya cokelat mengalami peningkatan pesat didorong oleh populasi anak-anak muda Indonesia (Canadean, Ltd, 2015; Abdullah, 2015).

Untuk memasuki pasar dengan skala yang lebih besar (mass market), pemain di sektor confectionery harus dapat mengembangkan strategi channel yang dapat memanfaatkan modern trade secara efektif, terutama minimarket dan convenience store di mana masih menjadi kunci utama dalam memasuki mass market. Tentu dengan pertimbangan akan segmen pendapatan kelas menengah yang terus bertumbuh sehingga pertimbangan pembelian mereka tidak hanya semata-mata dari harga dan fungsionalitasnya, melainkan juga penawaran berdasarkan segmen dan variasi dari proposisi nilai untuk memenuhi kebutuhan mereka (Deloitte, 2015).


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close