People Innovation Excellence

Retargeting Marketing

Oleh: Natalia, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

Pernahkah Anda merasa diikuti oleh sebuah iklan di manapun Anda berselancar dan beraktivitas di dalam jejaring sosial?

Sering kita merasa di manapun kita membuka jejaring sosial, muncul iklan-iklan dariproduk yang sudah kita cari-cari dan inginkan selama beberapa minggu terakhir dari e-commerce besar di Indonesia. Buka Facebook ada iklan Zalora, buka Youtube ada iklan Zalora, buka Detik ada iklan Zalora, di mana-mana ada iklan Zalora. Berapa ya budget mereka untuk beriklan? Buka website manapun selalu ada iklan mereka.

E-commerce tersebut tidak memerlukan budget besar untuk beriklan di manapun dan kapanpun. Ini yang disebut dengan Retargeting MarketingApaitu Retargeting Marketing? Menurut yang diungkapkan oleh Retargeted.com:

“Retargeting Marketing, also known as remarketing, is a form of online advertising that can help you keep your brand in front of bounced traffic after they leave your website. Retargeting is a cookie-based technology that uses simple a Javascript code to anonymously ‘follow’ your audience all over the Web.”

Jadi Retargeting Marketing adalah salah satu strategi online marketing untuk menyasar kembali konsumen yang sebelumnya berkunjung ke sebuah website e-commerce namun kemudian tidak melakukan tindakan pembelian. Dengan menggunakan kecanggihan teknologi, sebuah website membaca cookies dari target konsumen yang kemudian memunculkan kembali iklan produk mereka di manapun konsumen berselancar.

Mengapa perusahaan menerapkan strategi ini? Dewasaini, informasi dalam bentuk digital memiliki ratusan bentuk, terlalu banyaknya informasi yang diterima oleh seseorang mengakibatkan informasi tersebut tidak sampai secara maksimal, oleh karena itu dengan Retargeting Marketing, informasi yang diterima menjadi lebih fokus.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Splenders.com (2016) mengenai perilaku pembelian online, terlihat bahwa:

  • 87% konsumen melakukan riset sebelum melakukan pembelian online
  • 84% konsumen mencari di beberapa alternative website untuk menemukan harga terendah
  • 39% konsumen memilih melakukan pembelian di website yang menawarkan harga terendah

Melihat data tersebut, retargeting bertujuan untuk mentargetkan kembali calon konsumen yang telah berkunjung sebelumnya untuk “mengingatkan kembali” mengenai website serta produk yang telah diminati dan akhirnya berkunjung kembali ke website tersebut. Setelah berkunjung kembali, maka kemungkinan besar calon konsumen akan melakukan pembelian.

Menurut hasil survei yang juga dilakukan Baymart (2016) terhadap 33 e-commerce besar di dunia, terlihat bahwa rata-rata 68% pengunjung website hanya memasukan produk pilihan ke shopping cart, tanpa melakukan pembelian. Ini berartihanya 1 dari 4 orang yang berkunjung yang akhirnya melakukan pembelian! Dengan strategi Retargeting, calon konsumen yang sudah meninggalkan produk mereka hanya di shopping cart ditargetkan kembali denga niklan-iklan yang terus mengikuti dengan harapan setelah  kembali mengunjungi website, calon konsumen akan melakukan pembelian.

Retargeting tentu juga memiliki beberapa kekurangan di mana 1-2 kali visit dari calon konsumen belum tentu menjadikannya sebagai potential customer (ignore ads), ada asosiasi negatif tentang brand Anda jika iklan Anda menghantui calon konsumen ke manapun mereka berselancar di dalam web. Retargeting tidak melihat apakah seseorang telah membeli produk yang sama di tempat lain (bahkan mungkin saja telah membeli produktersebut di tempat Anda).

Namun, melihat fakta bahwa semakin banyak perusahaan yang menginvestasikan anggaran mereka untuk retargeting, maka terlihat bahwa retargeting efektif untuk mendapatkan kembali konsumen. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Adroll (salah satu leading retargeted company), 90% marketer setuju bahwa retargeting marketing sama efektifnya dengan ad-search.

retargeting

Tentu saja ada strategi lain untuk mendapatkan konsumen kembali selain dengan retargeting marketing, salah satunya adalah dengan abandoned cart triggered emails. Namun, ini akan dibahas di artikel berikutnya, so stay tune!


Published at :
Leave Your Footprint
  1. Meski pada kondisi nyata-nya, di Indonesia ReTargeting / ReMarketing masih ‘awam’ sekali, belum bisa memberi dampak yang signifikan, dan cenderung ‘ganggu’ untuk beberapa kalangan pengguna / pengakses ecommerce. Sebenarnya ReTargeting / ReMarketing adalah sebuah kendaraan, tapi yang paling penting untuk mencapai tujuan akhir-nya adalah Content Strategy-nya 🙂 and again this approach align with sbm previous post ” Digital Marketing is about Content Marketing (+1 for this!)

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close