People Innovation Excellence

Abandoned Cart Triggered Emails

Oleh: Natalia, SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program)

“Urgent: Natalia, produk di dalams hopping cart kamu sedang diskon!”

Bagi Anda yang senang berbelanja online, pernahkah anda menerima email dengan tajuk di atas?

Kalau Anda membaca artikel saya sebelumnya mengenai retargeting marketing (baca artikelnya di sini http://sbm.binus.ac.id/2016/06/24/retargeting-marketing/), dalam edisi artikel sebelumnya saya sempat menyebutkan bahwa ada strategi lain untuk mendapatkan kembali customer yang tidak jadi melakukan pembelian di sebuah e-commerce. Salah satunya yaitu dengan abandoned cart triggered emails.

Apa itu abandoned cart triggered emails?

Menurut Shopify.com, Abandoned cart triggered emails adalah email yang dikirimkan kepada customer untuk mengingatkan atau memicu kembali customer yang telah memasukan produk yang mereka inginkan ke shopping cart namun gagal melakukan transaksi pembelian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan customer meninggalkan produk mereka di shopping cart, mulai dari jaringan internet terputus, website crashed, situs time out, proses pembelian rumit dan bertele-tele atau faktor-faktor lainnya. Berdasarkan hasil survei oleh Worldpay 2012, 19.000 sampel customer diambil untuk memberikan komentar mengapa meninggalkan sebuah e-commerce tanpa melakukan pembelian.

Untitled

Tiga respon tertinggi berdasarkan hasil survei tersebut adalah 56% responden merasa harga yang ditampilkan di luar dugaan, 37% hanya browsing, dan 36% mendapatkan harga  yang lebih baik di website lain.

Strategi abandoned cart triggered emails ini kemudian menjadi salah satu strategi yang dapat menjawab concern customer terhadap harga produk dan biaya pengiriman, memicu customer yang “hanya browsing” untuk melakukan pembelian dan menarik kembali customer sebelum beralih ke penawaran dari e-commerce lain.

Berikut adalah langkah yang dilakukan e-commerce dengan menggunakan abandoned cart triggered emails:

1. Capture customer’s email address

Perusahaan terlebih dahulu akan mengidentifikasi email address dari customer yang meninggalkan produk mereka di shopping cart atau wishlist.

2. Send first email immediately

Setelah mengidentifikasi targeted customer, perusahaan segera mengirimkan email reminder untuk produk yang sudah ditinggalkan di shopping cart atau wishlist customer disertai dengan link ke website yang langsung menampilkan halaman produk yang diinginkan dan sekaligus dapat langsung melakukan transaksi pembelian. Beberapa perusahaan menggunakan content yang lucu dan eyecatching untuk meanarik perhatian customer seperti yang dilakukan Black Milk Clothing.

blackmilk

3. Offer a small discount in second email

Jika belum ada tanggapan atau action yang diharapkan, maka perusahaan akan mengirimkan second email alerts dengan menawarkan diskon kecil untuk produk yang ditinggalkan di shopping cart atau wishlist customer seperti yang dilakukan Zalora berikut.

Dalam email alerts yang pertama terlihat produk yang sebelumnya dijual Rp 279.000 didiskon menjadi Rp. 229.000.

wishlist

4. One final email with larger discount

Jika masih belum ada tanggapan atau action yang diharapkan, maka perusahaan akan mengirimkan email alerts terakhir dengan menawarkan diskon yang lebih besar untuk produk yang diinginkan, seperti yang dilakukan Zalora berikut dengan produk yang sama.

zalora

Jika diperhatikan, Zalora memberikan diskon yang lebih besar dibandingkan email alerts sebelumnya pada email yang ketiga. Yang sebelumnya dijual Rp 279.000 didiskon menjadi Rp. 229.000 kemudian didiskon lagi menjadi Rp. 199.000.

Manfaat abandoned cart triggered emails program

Ada 3 manfaat menggunakan abandoned cart triggered emails program:

1. Win back more than 29% of sales

Berdasarkan data dari marketingsherpa.com, secara rata-rata, abandoned cart triggered emails mampu membuat 29% produk yang diabaikan di shopping cart menjadi sales dan lebih dari 50% alert email dibuka kembali oleh customer. Berikuta dalah rata-rata metriks pencapaian dari setiap email:

Email #1

  • Open Rate: 54%
  • CTR: 28%

Email #2

  • Open Rate: 50%
  • CTR: 16%

Email #3

  • Open Rate: 23%
  • CTR: 6%

2. Find out why customer didn’t buy

Perusahaan dapat mengidentifikasi mengapa customer tidak membeli dan dapat menggunakan data kualitatif ini untuk meningkatkan proses dan pengalaman membeli customer.

3. Create a great customer service moment and leave an everlasting impression on the customer

Perusahaan dapat menciptakan kesan yang baik dan menarik dengan program ini di mana customer merasakan bahwa perusahaan memperhatikan kebutuhan dan keingingan dari customer-nya.

Mungkin ini juga bisa menjadi tips bagi pembaca jika berbelanja online untuk mendapatkan diskon tambahan jika ingin membeli produk yang diminati. Cukup tinggalkan produk Anda di wishlist atau shopping cart dan tunggu sampai mendapatkan email alerts (sekitar 3x email alerts) untuk mendapatkan diskon yang lebih besar. Selamat mencoba 🙂


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close