People Innovation Excellence

Masalah Kemiskinan di Indonesia 2014-2015

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia, hal ini disebabkan karena kondisi Indonesia yang masih memiliki beberapa aspek yang masih berstatus berkembang, salah satunya masyarakat. Masyarakat Indonesia sendiri juga masih memiliki banyak masalah sosial dalam upaya untuk berkembang, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan sendiri merupakan salah satu hal yang sudah lama terjadi di Indonesia terutama pada tahun 2014 – 2015, kemiskinan sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah, produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat upah yang rendah, distribusi pendapatan yang timpang, kesempatan kerja yang kurang, hingga politik yang belum stabil. Pada kesempatan kali ini, kelompok kami akan membahasa masalah ekonomi tentang kemiskinan pada tahun 2014 – 2015 terutama apakah cara/pendekatan ekonomi sudah tepat untuk menyelesaikan masalah kemiskinan tahun 2014 – 2015 di Indonesia?

Menurut data kemiskinan dari situs www.bps.go.id pada tahun 2014 – 2015, pada Tabel 1 menunjukan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2015 yang mencapai 28,51 Juta orang atau sekitar 11,13%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin bulan Maret 2015, maka selama 6 bulan tersebut terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0,08 juta orang. Sementara apabila di bandingkan dengan September 2014, jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan sebanyak 0,78 juta orang. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2015 – September 2015, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,03 juta orang, sedangkan daerah pedesaan mengalami penurunan sebesar 0,05 juta orang.

Kemudian pada Tabel 2 menunjukkan jumlah dan persentase penduduk miskin menurut pulau pada September 2015. Dari table tersebut terlihat bahwa persentase penduduk miskin terbesar berada di Pulau Maluku dan Papua, yaitu 22,09 %, sementara persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 6,45%.

Berdasarkan data kemiskinan (www.bps.go.id) tahun 2014 – 2015 diatas, dapat kita ketahui bahwa kemiskinan bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan, terutama di negara-negara maju dengan populasi penduduk yang banyak dan terus bertambah setiap tahunnya. Bagi warga yang tinggal di daerah ibu kota, peristiwa ini menjadi bukti ketidakadilan dalam hidup. Bagaimana tidak? masyarakat dengan kekayaan berlimpah akan menjadi semakin kaya dengan membeli kebutuhan berdasarkan Brand ternama, sementara masyarakat miskin akan semakin melarat karena tidak terlihat di mata kaum-kaum Borjuis dalam Negeri. Melihat kembali 2 tahun yang lalu tepatnya September 2014, jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 27,73 juta penduduk sementara di tahun 2015 pada bulan yang sama, jumlah kemiskinan bertambah menjadi 28,51 juta penduduk. Begitulah keadaan yang terjadi di Indonesia dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah Republik ini, tapi perlu diingat bahwa kemiskinan bukan seratus persen kesalahan pemerintah. Pasa dasarnya, kemiskinan adalah tentang kualitas hidup masing-masing individu, yang dapat diubah seiring berkembangnya pola pikir manusia.

Ada beberapa faktor yang akan dibahas terkait masalah kemiskinan, seperti bagaimana hal tersebut dapat terjadi di Indonesia dan lain-lain. Kemiskinan terjadi saat seseorang tidak mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhannya, karena tidak memiliki pekerjaan atau disebut juga denga istilah pengangguran. Banyaknya jumlah pengangguran yang ada akan menambah jumlah kemiskinan yang ada, karena kebutuhan hidup tidak dapat terpenuhi dengan baik akibat tidak adanya penghasilan. Pengangguran juga akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, seperti menjadikan orang sebagai pencuri, perampok, dan pengemis karena lapangan kerja yang terbatas. Lapangan kerja yang terbatas di Indonesia tentu memperngaruhi pengangguran dan juga kesejahteraan masyarakat, ditambah lagi dengan masalah PHK yang banyak terjadi sehingga kebutuhan ekonomi tidak tercukupi. Selain itu, tingkat pendidikan yang rendah juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan. Karena rendahnya tingkat pendidikan akan menyebabkan seseorang tidak memiliki keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasana yang lebih, sehingga masyarakat tidak mampu memperbaiki hidupnya. Padahal dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Masyarakat menjadi tidak mampu untuk membuat lapangan usaha baru untuk memperbaiki ekonomi dan menaikan taraf hidupnya. Bencana alam seperti tanah longsor, gunung meletus, banjir, dan tsunami juga mempenharuhi kualitas hidup masyarakat. Pasalnya, Indonesia merupakan negara agraris yang memproduksi bahan mentah dan bahan baku yang berasal dari alam. Jika bencana alam menimpa Indonesia, maka akan berpengaruh pada jumlah produksi yang dihasilkan oleh produsen. Bahan baku menjadi langka sehingga harga yang ditawarkan menjadi semakin mahal, sementara kemampuan masyarakat tidak sesuai dengan harga yang ditawarkan pasar.

Setelah melihat salah satu masalah ekonomi terberat di Indonesia adalah kemiskinan, tentunya masyarakat ingin bahwa kemiskinan tidak berlanjut lagi di masa depan. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dalam masalah kemiskinan tentunya dapat teratasi juga. Kemiskinan dapat diatasi dengan menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran penyebab kemiskinan bisa berkurang, kemudian bagi orang yang kurang mampu yaitu mendirikan BLK (Balai Latihan Kerja) supaya memiliki bekal kemampuan yang cukup untuk maju di dunia usaha. Ketika masyarakat bekerja keras dalam negara, pemerintahan belum tentu memberikan timbal balik yang menjamin kepuasan masyarakat, bahkan pemerintah melakukan korupsi, sehingga banyak uang rakyat yang tidak tersalurkan dengan baik. Maka korupsi harus dihapuskan, karena masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk stabilitas negara Indonesia yang berguna untuk masyarakat umum, dibanding korupsi untuk kepentingan pribadi. Seperti menaikan standar gaji buruh/pegawai di Indonesia, supaya para pengangguran tertarik untuk melamar kerja karena tergiur akan gaji yang tinggi, mendirikan peminjaman uang untuk modal bisnis kepada orang yang kurang mampu, dengan bisnis yang jelas dan memiliki asal usul yang jelas, penyediaan beasiswa dan kursus gratis bagi siswa miskin yang dananya kurang untuk sekolah, sehingga masyarakat Indonesia yang kurang mampu bisa menjadi sukses dimasa depan.

Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok merupakan salah satu solusi dalam kemiskinan di Indonesia karena program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin / keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti: Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton, dan lainnya. Selain mengubah dan memperbaiki masalah ekonomi di Indonesia, pemerintahan juga harus tetap mempertahankan program – program yang sudah lama ada seperti Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah), RASKIN (Beras Miskin), BLT (Bantuan Langsung Tunai), dan Asuransi miskin. Indonesia pun memiliki potensi dalam mendayagunakan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah dan memperkenalkan keunikan wilayah tertentu kepada Negara asing, supaya banyak warga asing yang berkunjung, sehingga tercipta banyak lapangan pekerjaan di wilayah tersebut dan masalah kemiskinan pun dapat teratasi. Contohnya adalah Bali yang terkenal akan keindahan pantainya, yang membuat turis dating dan datang lagi.

Selain upaya pemerintahan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Pendekatan Ilmu Ekonomi dapat digunakan untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia berdasarkan data kemiskinan tahun 2014 – 2015. Ada 2 pendekatan yang akan dibahas yaitu pendekatan interdisipliner dan pendekatan multidisipliner. Pendekatan interdisipliner merupakan pendekatan yang menggunakan berbagai sudut pandang ilmu serumpun untuk memecahkan masalah. Dalam ekonomi mikro, lingkup kecil yaitu para “Rumah tangga” banyak mengalami permasalahan ekonomi khususnya kemiskinan. Pemecahan masalahnya yaitu mencari pekerjaan yang menjanjikan, bekerja keras, optimis, pendapatan yang besar, dan sebagainya. Sementara ekonomi makro, dalam lingkup luas “Pemerintah” banyak sekali kebijakan yang telah dikeluarkan seperti menaikan BBM (bahan bakar minyak) dengan tujuan tertentu, tetapi masyarakat keberatan dengan kebijakan tersebut karena tidak sesuai dengan kemampuan masyarakat, khususnya masyarakat kelas bawah. Sehingga kemiskinan pun semakin meningkat. Selain itu kebijakan keluarga berencana, dimana masyarakat ingin diubah stigma nya oleh pemerintah bahwa cukup dengan dua anak. Salah satu tujuan pemerintah dalam kebijakan ini yaitu mengurangi pertumbuhan penduduk. Pemecahan masalahnya dengan pemerintah harus bisa melihat kebawah (masyarakat kecil), dan mensejahterahkan masyarakat. Masalah kemiskinan, dapat terpecahkan dengan adanya pembangunan ekonomi. Beberapa pola pandangan upaya mengatasi dan mengendalikan kemiskinan: Pertama, pendekatan ekologi mempercepat pembangunan disertai kebijakan memelihara sumber alam untuk generasi yang akan datang. Kedua, mendorong intensivitas modal yang dimilki dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia ini merupakan kunci pembangunan yang menjamin kemajuan ekonomi dan kesetabilan sosial, misalnya pengembangan usaha wiraswasta. Ketiga, Pendekatan mulai dari yang paling dibutuhkan, mengatasi kecenderungan “yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin”, perlu mendahulukan yang paling membutuhkan pertolongan. Pembangunan bisa dimulai dari pendidikan, organisasi, dan disiplin yang tinggi. Keempat, pemerataan dan pertumbuhan, tidak hanya melihat variabel ekonomi, tetapi mencakup variabel politik, sosial dan kultural. Keenam, tidak hanya kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan , tetapi juga pemenuhan kebutuhan lainnya. Kemiskinan sebagai akibat pola relasi segala bidang sosial, politik, kultur, dan bersama-sama bidang ekonomi. Semuanya merupakan subsistem kemasyarakatan, termasuk didalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka untuk mengendalikan segala akibat dari kaitan srtuktural ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan tersebut perlu dilakukan pengendalian dengan asas moral , etika, serta ajaran agama, sehingga untuk mengetahui apa yang harus dan apa yang jangan dilakukan.

Pendekatan multidisipliner merupakan pendekatan yang memecahkan masalah menggunakan berbagai sudut pandang ilmu yang relevan. Pertama sudut pandang ilmu ekonomi, mengajarkan studi mengenai langkah sumber daya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang manusia yang tidak terbatas. Hal ini bisa terjadi karena semakin tinggi angka kelahiran yang pada akhirnya meningkatkan jumlah penduduk di Indonesia maka terjadilah kepadatan penduduk. Sumber daya alam pun menjadi tidak seimbang, antara kebutuhan dan manusiannya. Kedua sudut pandang ilmu psikolog, merupakan ilmu yang mempelajari perilaku-perilaku manusia. Secara psikolog pendapatan naik, semakin besar pengeluaran yang akan digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan. Artinya semakin tinggi konsumsi. Dalam memecahkan masalah ini yaitu dengan rasional dan hemat. Ketiga sudut pandang ilmu politik, bagaimana mencari dan mempertahankan kekuasaanya dalam perekonomian. Dapat dilihat banyak sekali pengeluaran yang dilakukan pemerintah secara cuma-cuma tanpa mempertimbangkan kembali tujuan secara jelas. Sehingga menghambur-hamburkan yang rakyat. Dalam memecahkan masalah ini harus mengubah perilaku pemerintah yang tadinya berlaku konsumtif menjadi rasional/hemat. Keempat sudut pandang ilmu sosiologi, mempelajari perilaku kelompok-kelompok dalam berinteraksi. Masih banyak masyarakat yang tidak memprioritaskan pendidikan. Padahal di jaman sekarang pendidikan sangat lah penting. Tentunya masyarakat awamlah yang lebih memprioritaskan untuk bekerja. Hal ini juga terjadi karena salah satu faktornya tidak mampu dalam hal keuangan. Cara pemecahannya yaitu harus mengedapankan pendidikan. Tentunya boleh jika ingin menyeimbangkan bekerja dan pendidikan. Dapat bekerja terlebih dahulu, dan hasil dari bekerja untuk membiayai pendidikannya.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close