People Innovation Excellence

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PERMINTAAN RUMAH DI INDONESIA

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2015 mengalami perlambatan yang cukup signifikan.

Salah satu penyebab dari perlambatan ekonomi ini adalah adanya spekulasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan devaluasi Yuan. Hal ini menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar AS. Pelemahan nilai tukar ini terntunya menjadi salah satu ukuran perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar AS berdampak sangat besar terhadap kemajuan perekonomian Inodesia dalam berbagai sektor. Ketidakstabilan perekonomian Indonesia tentunya membuat banyak kalangan merasa takut ataupun enggan untuk melakukan investasi maupun menanamkan modal di Indonesia. Keadaan ini tentunya semakin membuat keterpurukan nilai Rupiah terhadap Dollar AS.

Sebagai negara berkembang, tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia belum merata secara menyeluruh. Salah satu ukuran dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat ialah berdasarkan layak atau tidaknya tempat tinggal yang dimiliki, karena tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Tempat tinggal itu sendiri dapat berupa rumah, apartemen, kondominium dan rumah susun. Sektor perumahan dianggap sebagai sektor yang penting di Indonesia karena merupakan sebuah indikator penting untuk menganalisis kesehatan ekonomi suatu negara.

Salah satu sektor yang terkena dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi ini adalah sektor perumahan. Pada akhir tahun 2015, sektor perumahan mengalami ketidakstabilan yang tentunya sangat dipengaruhi karena adanya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Permintaan dan minat masyarakat terhadap investasi di sektor perumahan mengalami penurunan yang sangat jauh di bandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Namun sebaliknya, terjadi peningkatan permintaan yang cukup signifikan terhadap rumah untuk kalangan menengah kebawah. Terjadnya dua hal yang berkebalikan ini terntunya diikuti dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada akhir tahun 2015 mengalami perlambatan dimana salah satu faktornya adalah penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sempat mencapai angka Rp. 14.333 per Dollar AS. Ketidakstabilan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dollar AS menyebabkan adanya rasa takut dan enggan dari para investor dan masyarakat untuk melakukan investasi di Indonesia. Salah satu sektor yang secara langsung merasakan dampak dari hal ini adalah sektor perumahan. Para investor tentunya memiliki ketakutan untuk melakukan investasi dalam bentuk rumah di Indonesia, dimana ketidakstabilan ekonomi dapat disimpulkian sebagai adanya ketidakstabilan produksi, harga, pendapatan dan sebagainya dari negara yang bersangkutan.

Ketidakstabilan permintaan rumah di Indonesia ditunjukan dengan adanya penurunan permintaan rumah untuk kalangan menengah ke atas, namun terjadi kenaikan permintaan rumah untuk kalangan menengah ke bawah. Terjadinya penurunan terhadap permintaan rumah untuk kalangan menengah ke atas juga terjadi karena disertai dengan kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga rumah-rumah mewah ini mengalami kenaikan karena beberapa saat sebelumnya terjadi kenaikan minat investasi yang sangat besar pada sektor ini (2014), sehingga memicu terjadinya kenaikan harga. Kenaikan harga ini bahkan mencapai 60%-70% untuk kawasan-kawasan strategis. Sedangkan rata-rata kenaikan harga rumah di tempat lain adalah 30%-40%. Namun, setelah terjadi kenaikan harga tersebut, ternyata terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sangat parah di Indonesia. Hal ini tentunya sangat berdampak terhadap turunnya minat para investor untuk menginvestasikan dana mereka kepada sektor perumahan dan lebih tertarik untuk menginvestasikan dana pada Dollar AS yang saat itu juga mengalami kenaikan terus menerus.

Sebaliknya, terjadi kenaikan permintaan rumah untuk kalangan menengah ke bawah terjadi karena pemerintah menetapkan sebuah program yaitu “Sejuta rumah Untuk Rakyat”. Program ini digagas oleh Kementrian Perumahan Rakyat Republik Indonesia dan bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini memberikan kemudahan dan memberikan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia umtuk memiliki rumah. Dalam program ini, uang muka pembelian rumah dapat di angsur selama 18 bulan dan sisa dari pembayaran pembelian rumah dapat di angsur sampai 15 tahun. Bank BTN menyatakan bahwa adanya kenaikan permintaan sampai 70% untuk rumah bersubsidi ini. Bahkan di tahun 2015, mereka berhasil menyalurkan sebanyak 485.000 rumah di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini tentunya menjadi sebuah prestasi yang dicapai pemerintah dalam memberikan rumah yang layak bagi seluruh warga negara Indonesia. Hal ini pun diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close