People Innovation Excellence

PENGARUH URBANISASI DI INDONESIA TERHADAP SEKTOR TENAGA KERJA

Urbanisasi adalah pemindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah kota untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa dengan harapan dapat mendapatkan kehidupan yang lebih layak atau lebih baik. Disamping itu, urbanisasi juga mempunyai dampak positif dan negatif terhadap kehidupan masyarakat pedesaan dan dengan adanya urbanisasi menambah populasi kehidupan di perkotaan. Urbanisasi pun terjadi karena adanya faktor ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga setiap tahunnya, perpindahan penduduk pun terus meningkat. Proses urbanisasi juga dapat terjadi secara lambat maupun cepat, hal tersebut juga tergantung daripada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Sebagian kota-kota di Indonesia yang menjadi tujuan sebagian besar urbanisasi yaitu; Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Semarang. Hal ini mulai dirasakan secara perlahan oleh negara agraris seperti Indonesia.

Urbanisasi juga menimbulkan akibat bagi daerah yang menerima dan daerah yang ditinggalkan baik dampak positif maupun negatif. Faktor lain yang mempengaruhi urbanisasi juga didasarkan oleh berbagai faktor dan penyebab yang disebabkan oleh perkembangan daerah perkotaan melalui sektor industri dan perdagangan serta keinginan untuk memperoleh penghasilan yang terjadi akibat kebijakan peraturan di daerah perkotaan, terutama dalam bidang ekonomi yang dikembangkan oleh pemerintah kota. Selain itu, faktor momentum juga memicu terjadinya urbanisasi salah satunya adalah saat menjelang hari raya besar juga pengaruh ajakan orang lain, media masa, desakan kebutuhan ekonomi mapun keinginan untuk memperbaiki kualitas hidup yang lebih baik.

Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jakarta, jumlah pendatang baru yang diprediksi akan masuk ke Jakarta tahun 2015 ini mengalami kenaikan sekitar 3% menjadi 15 628,19 orang dibandingkan jumlah pendatang 2014 sekitar 15 173.00 orang. Hebatnya lagi, hampir sebagian besar kaum pendatang yang rata-rata berpendidikan menengah rendah hanya bermodalkan nekat tanpa keahlian apapun. Akibatnya, mayoritas pendatang dipastikan hanya akan bekerja di sektor informal serta berpotensi terjerumus dalam dunia kriminalitas ibu kota.

Banyak pihak menilai, fenomena ini sebetulnya terjadi akibat besarnya tingkat kesenjangan antarpenduduk serta kesenjangan antara desa dan kota. Berdasarkan data BPS, porsi 20% penduduk dengan pendapatan tertinggi di Indonesia terus meningkat, sementara 40% penduduk pendapatan menengah dan rendah cenderung fluktuatif. Dilihat dari nilai Indeks Gini, terlihat peningkatan signifikan dari 0,33 tahun 2002, menjadi 0,41 tahun 2013. Data distribusi pendapatan juga memperkuat hal tersebut. Sejak tahun 2010, porsi kelompok 20 persen penduduk terkaya naik pesat hingga 49%, sementara kelompok 40 persen menengah dan 40 persen termiskin terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data pengamat, jika di tahun 1980, sekitar 78% penduduk Indonesia masih tinggal di pedesaan, maka kondisi tersebut kini justru mengalami kebalikan. Penduduk desa masih berkisar di angka 120 juta jiwa, sementara penduduk yang tinggal di perkotaan justru mengalami kenaikan hingga empat kali lipat, dari 32,76 juta jiwa menjadi sekitar 123,12 juta jiwa. Jika tren urbanisasi tetap seperti saat ini, maka di tahun 2025 nanti sekitar 65% penduduk akan berada di kota, sementara sisanya akan berdiam di pedesaan dengan mayoritas usia nonproduktif dan senja.

Masalah yang terjadi akibat urbanisasi adalah karena rata-rata pendidikan pendatang adalah dibawah taraf SMA. Kemudian, pendatang sebagian urbanisasi ke kota, dengan harapan bisa mensejahterakan hidup tetapi setelah pendatang ke kota mereka tidak dapat memperoleh pekerjaan sehingga mereka menjadi pengangguran. Pengangguran menyebabkan kemiskinan masyarakat karena masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup, sehingga angka kriminalitas meningkat terus-menerus. Dampaknya adalah banyak daerah kumuh di Jakarta, tempat tinggal yang tidak layak ditinggali. Keterbelakangan daerah karena daerah tersebut tidak memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan dengan sumber daya manusia.Jadi, dari kedua data tersebut menjadi salah satu bukti bahwa urbanisasi mengakibatkan pengangguran dan menjadi miskin karena diakibatkan kalah saing dengan penduduk lokal dan menambah slum area. Pertanian yang didesa pun menjadi tak terurus oleh tenaga kerja disana dan desa menjadi tidak berkembang. Kota Jakarta pun menjadi lebih padat dan penduduk miskin dan pengangguran pun menjadi meningkat.

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota Administrasi, 20
Kabupaten/Kota Adm. Penduduk Miskin (ribu)
2009 1) 2010 1) 2011 2) 2012 2) 2013 3)
Kepulauan Seribu 2,4 2,7 2,47 2,6 2,5
Jakarta Selatan 73,7 78,4 71,84 74,1 74,6
Jakarta Timur 81,2 91,6 83,82 86,5 86,8
Jakarta Pusat 32,1 35,7 32,63 33,6 33,6
Jakarta Barat 74,0 87,2 79,71 82,3 83,2
Jakarta Utara 76,2 92,6 84,73 87,2 90,9
DKI Jakarta 339,6 388,2 355,20 366,3 371,7

 

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 
Menurut Kabupaten/Kota Administrasi, 2011-2013 
[Diolah dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2011 -2013]
Kabupaten/Kota TPT TPAK
2011 2012 2013 2011 2012 2013
Kepulauan Seribu 11.38 13.97 6.03 71.43 74.19 63.73
Jakarta Selatan 10.36 8.96 8.56 69.05 69.31 66.62
Jakarta Timur 10.95 10.39 9.47 69.85 64.57 65.2
Jakarta Pusat 11.21 10.72 8.6 68.91 84.18 77.99
Jakarta Barat 10.72 9.31 8.69 69.2 70.56 70.28
Jakarta Utara 10.98 10.33 9.67 69.42 79.97 66.2
Jumlah 10.8 9.87 9.02 69.36 71.56 68.09

 

Dengan adanya tingkat urbanisasi yang tinggi, maka kita dapat mengatasi hal tersebut dengan cara perlu adanya campur tangan Pemerintah dalam menerapkan wajib belajar 12 tahun supaya masyarakat memiliki pola pikir yang rasional dan lebih mengutamakan aspek kehidupan dimasa yang akan datang. Upaya mempercepat pembangunan desa seperti, menciptakan berbagai peluang usaha atau bisnis di desa yang nantinya bisa menarik warga desa lainnya untuk ikut bekerja karena di desa mudah sekali ditemukan warga yang memiliki keahlian atau kreativitas tertentu, seperti ukir, batik, tenun, bordir, bisa dikembangkan menjadi produk kreatif desa yang unik dan bernilai jual tinggi. Adapun desa yang memiliki kekayaan alam yang indah, sangat potensial dikembangkan menjadi desa wisata. Di desa juga memiliki sumber daya alam seperti sumber mata air besar, bisa mengembangkannya menjadi bisnis air minum yang memberikan keuntungan komersial bagi desa, bisa memberikan pelayanan air bersih bagi warga desa, juga bisa membuka lapangan kerja dan peluang usaha terkait yang bisa diisi oleh warga desa.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan dan memajukan perekonomian desa dan menciptakan sebanyak-banyaknya lapangan kerja bagi warga desa sehingga seluruh potensi bisa dikelola dan dikembangkan menjadi usaha produktif, warga desa bisa bekerja atau mengembangkan usahanya dengan penghasilan yang layak untuk hidup sejahtera, maka masalah urbanisasi dengan sendirinya akan teratasi.

Dalam hal ini termasuk dalam pendekatan ilmu ekonomi makro, karena ilmu ekonomi makro melibatkan segala jenis aspek dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Makro-ekonomi meliputi berbagai konsep dan variabel. Teori-teori makro-ekonomi biasanya terhubung dengan fenomena urbanisasi dan pengangguran.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close