People Innovation Excellence

KEBIJAKAN PERUSAHAAN INDUSTRI LOGISTIK INDONESIA

Dalam menjalankan bisnis, setiap perusahaan tentunya memiliki rencana dan tujuan bisnis yang berbeda-beda. Dalam mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan, dimana salah satunya adalah menetapkan kebijakan. Kebijakan yang telah dibuat tersebut digunakan oleh para manajer sebagai pedoman dalam melakukan pengambilan keputusan. Karena itulah, perusahaan perlu berhati-hati dalam menentukan kebijakan supaya dapat mengantisipasi kendala dan resiko yang mungkin muncul seminimal mungkin. Tentunya kebijakan tersebut harus fleksibel dan dapat diubah seiring dengan berjalannya waktu karena perubahan kebutuhan strategis dalam kondisi lingkungan bisnis yang cepat berubah saat ini, khususnya perusahaan yang menjalankan bisnis di negara berkembang seperti Indonesia.

Negara Indonesia saat ini termasuk sebagai salah satu negara berkembang yang sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat dampak dari lesunya perekonomian global. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan Badan Pusat Statistik Indonesia yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi  pada tahun 2015 merupakan pertumbuhan terendah yang pernah dialami Negara Indonesia selama enam tahun terakhir, dimana pertama kalinya pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah 5 persen yaitu hanya mencapai 4,8 persen. Tentunya dampak dari perlambatan ini dirasakan oleh hampir semua sektor usaha di Indonesia, terutama bagi industri logistik. Berikut adalah grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2010-2015 berdasarkan hasil real GDP yang diolah oleh BPS dan World Bank.

Tabel 1 Real GDP Indonesia tahun 2010-2015

Gambar

Sumber : BPS dan World Bank (2016)

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan bahwa pertumbuhan industri logistik pada tahun 2015 menurun sebanyak 30 persen jika dibandingkan dengan pertumbuhan tiga tahun lalu. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi di antaranya, lesunya kegiatan perdagangan ekspor-impor maupun antar pulau, serta terjadinya fluktuasi bahan bakar minyak dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar AS. Selain itu, biaya industry logistik Indonesia termasuk paling mahal dibandingkan negara ASEAN lainnya. Tingginya biaya logistik tersebut menyebabkan total biaya yang harus dikeluarkan oleh eksportir menjadi lebih besar dibandingkan di negara lain sehingga permintaan ekspor dan domestik menurun. Selain permintaan ekspor yang turun, banyak importir juga tidak berani mendatangkan barangnya dikarenakan kondisi ekonomi global yang menurun. Kondisi perlambatan aktivitas logistik ini dirasa sangat memprihatinkan karena sector logistik berperan penting sebagai urat nadi perekonomian negara.


Published at :
Written By
Management Laboratory
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close