People Innovation Excellence

BRAND ATTITUDE DAN PURCHASE INTENTION PADA PASAR PEMBALUT TIPE SLIM: CHARM BODY FIT SUPER SLIM VS. LAURIER DOUBLE COMFORT (Part 4)

Oleh: Jane Felia, SE (Alumni of International Marketing)

(Sambungan dari artikel sebelumnya: BRAND ATTITUDE DAN PURCHASE INTENTION PADA PASAR PEMBALUT TIPE SLIM: CHARM BODY FIT SUPER SLIM VS. LAURIER DOUBLE COMFORT (Part 3))

Setelah dilakukan analisa hasil penelitian melalui uji regresi untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor brand attitude terhadap purchase intention, baik secara individual maupun simultan, penulis memperoleh hasil berupa:

hasil regresi

Gambar Perbandingan Hasil Uji Regresi Berganda antara Charm dan Laurier

1. Attitude terhadap Kualitas Produk (X1) Charm memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Hal yang sama juga berlaku pada Attitude terhadap Kualitas Produk (X1) Laurier. Attitude terhadap kualitas produk Laurier berpengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention (Y). Apabila dilihat dari indikatornya, daya serap merupakan faktor kualitas produk yang terpenting. Konsumen pembalut tipe slim Charm dan Laurier sangat memperhatikan daya serap pembalut, karena tidak ingin sampai terjadi bocor ketika menggunakan pembalut tipe slim. Selain daya serap, konsumen pembalut tipe slim Charm dan Laurier juga memperhatikan faktor anti iritasi. Apabila produk pembalut yang digunakan menyebabkan iritasi, kemungkinan besar para konsumen akan berhenti menggunakannya dan beralih ke merek pembalut lain. Setelah mengetahui hal ini, maka Charm harus menonjolkan kualitas produk yaitu dari segi daya serap dan anti iritasi Charm Body Fit Super Slim, agar dapat memenangkan persaingan dengan Laurier Double Comfort.

2. Attitude terhadap Atribut Produk (X2) Charm tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Pengaruh attitude terhadap atribut produk terhadap purchase intention relatif lemah, yaitu hanya sebesar 0,012. Attitude terhadap Atribut Produk (X2) Laurier juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual. Pengaruh attitude terhadap atribut produk terhadap purchase intention juga relatif lemah, yaitu hanya sebesar 0,074. Walaupun Attitude terhadap Atribut Produk (X2) tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual, Charm harus tetap memperhatikan atribut produk Charm Body Fit Super Slim, namun sebaiknya tidak menjadikan atribut produk sebagai fokus utama dalam bersaing dengan Laurier Double Comfort.

3. Attitude terhadap Harga (X3) Charm memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Berbeda dengan Laurier, yang attitude terhadap harganya tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap purchase intention. Konsumen Charm yang mayoritas berasal dari SES B dan C cenderung lebih memperhatikan keterjangkauan harga produk, sehingga Charm harus menetapkan harga Charm Body Fit Super Slim yang sesuai dengan perceived benefit yang diterima oleh konsumennya. Charm juga dapat menggunakan strategi Market Challenger berupa Frontal Attack, yaitu dengan cara mengukur harga, distribusi dan produk Charm Body Fit Super Slim, lalu dibandingkan dengan harga, distribusi dan produk Laurier Double Comfort. Tujuannya adalah untuk menciptakan persepsi produk Charm Body Fit Super Slim memiliki kualitas produk yang baik, namun dengan harga lebih terjangkau daripada Laurier Double Comfort. Sehingga Charm dapat berkesempatan menarik segmen konsumen early users yang belum menentukan merek pembalut yang ingin dibeli dan digunakan seterusnya, untuk menggunakan produk Charm BodyFit Super Slim dan meminimalisir peluang trial purchase produk Laurier Double Comfort.

4. Attitude terhadap Iklan (X4) Charm tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Pengaruh attitude terhadap iklan terhadap purchase intention lemah, yaitu hanya sebesar 0,101. Attitude terhadap Iklan (X4) Laurier juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual. Pengaruh attitude terhadap iklan terhadap purchase intention lemah, yaitu hanya sebesar 0,004. Indikator attitude terhadap iklan yang digunakan pada penelitian ini adalah kejelasan product knowledge pada iklan, daya tarik iklan, dan celebrity endorsement. Hasil analisa pengaruh individual memiliki perbedaan dengan pernyataan peneliti terdahulu, “Semakin tinggi tingkat kecocokan antara celebrity dan brand, konsumen akan semakin mengasosiasikan celebrity dengan brand tersebut, kemudian memiliki brand attitude yang positif terhadap brand tersebut sehingga purchase intention pun meningkat.” (Tseng dan Lee, 2013). Akan tetapi, walaupun Attitude terhadap Iklan (X4) tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual, Charm harus tetap memperhatikan iklan Charm Body Fit Super Slim, namun sebaiknya tidak menjadikan iklan sebagai fokus utama dalam bersaing dengan Laurier Double Comfort. Iklan tetap dapat digunakan untuk menjangkau konsumen secara luas, memberitahukan competitive advantage Charm Body Fit Super Slim, seperti keunggulan functional benefit yaitu super tipis dan memiliki teknologi penyerapan yang terpusat di area tengah pembalut, sehingga mencegah cairan menyebar dan mencegah bocor samping. Konsumen dapat memperoleh emotional benefit berupa bebas rasa menganjal dan tetap bebas bergerak walaupun sedang menstruasi.

5. Persepsi Merek (X5) Charm memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Hal yang sama berlaku pada Persepsi Merek (X5) Laurier, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual. Apabila dilihat dari indikatornya, keunggulan merek merupakan faktor yang diutamakan oleh konsumen Laurier, diikuti oleh kepuasan merek, dan yang terakhir adalah popularitas merek. Apabila dilihat dari indikatornya, popularitas merek merupakan faktor yang diutamakan konsumen Charm. Hal ini dikarenakan konsumen Charm memiliki persepsi bahwa semakin populer sebuah merek, berarti merek tersebut disukai oleh para konsumen. Kalau sebuah merek disukai para konsumen, berarti produknya banyak digunakan oleh para konsumen, maka sudah pasti memiliki kualitas produk yang baik. Indikator selanjutnya adalah kepuasan terhadap merek Charm, yang dapat timbul karena adanya keunggulan-keunggulan merek Charm apabila dibandingkan dengan merek lain. Konsumen Charm menganggap Charm lebih unggul dari segi tipe pembalut, kualitas pembalut (daya serap dan anti iritasi), serta kondisi pembalut ketika sedang heavy flow (permukaan kering, tidak lengket ataupun mengganjal, tidak panas). Hal ini membuktikan pernyataan peneliti terdahulu bahwa “semakin positif brand image sebuah produk, brand attitude konsumen juga akan semakin positif. Brand attitude yang positif akan meningkatkan purchase intention konsumen.” (Tseng & Lee, 2013)

6. In-store Promotion (X6) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Pengaruh in-store promotion terhadap purchase intention lemah, yaitu hanya sebesar 0,048. In-store Promotion (X6) Laurier juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual. Pengaruh in-store promotion terhadap purchase intention lemah, yaitu hanya sebesar 0,029. Walaupun In-store Promotion (X6) tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual, bukan berarti Charm harus mengabaikan kegiatan in-store promotion. In-store promotion dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi benefit produk atau memberlakukan promosi harga untuk mendongkrak tingkat penjualan Charm Body Fit Super Slim.

7. Usage Attitude (X7) memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual.

Hal yang sama berlaku pada Usage Attitude (X7) Laurier, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Purchase Intention (Y) secara individual. Apabila dilihat dari indikatornya, kepuasan penggunaan pembalut sewaktu heavy flow merupakan hal utama yang diperhatikan oleh konsumen Charm. Apabila konsumen Charm merasa puas menggunakan pembalut Charm Body Fit Super Slim, maka kemungkinan besar akan melakukan repurchase, bahkan merekomendasikan Charm Body Fit Super Slim ke orang lain. Ada pengaruh yang signifikan antara Attitude Terhadap Kualitas Produk (X1), Attitude Terhadap Atribut Produk (X2), Attitude Terhadap Harga (X3), Attitude Terhadap Iklan (X4), Persepsi Merek (X5), In-store Promotion (X6) dan Usage Attitude (X7) terhadap Purchase Intention (Y) secara simultan, dengan sifat hubungan yang kuat dan searah, dan pengaruh sebesar  63,9%. Maka Charm perlu memperhatikan faktor-faktor brand attitude berupa attitude terhadap kualitas produk, attitude terhadap atribut produk, attitude terhadap harga, attitude terhadap iklan, persepsi merek, in-store promotion, dan usage attitude, karena faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi purchase intention Charm Body Fit Super SlimAkan tetapi, dalam pembuatan strategi marketing, Charm hanya perlu memfokuskan pada Attitude Terhadap Kualitas Produk (X1) untuk selalu menyediakan produk dengan kualitas yang baik bagi para konsumen, Attitude Terhadap Harga (X3) agar harga yang ditawarkan sesuai dengan daya beli dan perceived benefit yang diterima oleh konsumen, Persepsi Merek (X5) agar dapat mempertahankan dan meningkatkan persepsi merek Charm yang positif di mata konsumen, dan Usage Attitude (X7) untuk meningkatkan penggunaan dan kepuasan terhadap produk, sehingga dapat mendukung Charm dalam meraih pangsa pasar yang lebih luas lagi. Keempat faktor brand attitude tersebut memiliki peranan yang penting dalam mempengaruhi keinginan konsumen Charm untuk membeli Charm Body Fit Super Slim, dan dapat dijadikan pedoman strategi marketing yang kompetitif, untuk mengungguli Laurier Double Comfort.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close