People Innovation Excellence

Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 1)

Oleh: Son Wandrial, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

Kali ini saya membahas tentang otak reptil dan neocortex, ide tulisan ini muncul ketika saya membaca kisah Gandhi.  Cerita yang saya dapat dari facebook, sebagian dari Anda mungkin sudah pernah membaca cerita ini di medsos atau internet, saya ulang lagi tulisannya disini.

Ketika Gandhi (1869-1948) belajar hukum di sebuah universitas di London, ada seorang profesor dosen bahasa Inggris, bernama Profesor Peters yang sangat membenci Gandhi. Hingga suatu hari ketika Prof. Peters sedang menikmati makan siangnya di kantin kampus, Gandhi datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya. Tentu saja dia merasa tidak nyaman duduk berdekatan dengan mahasiswa yang tak disukainya itu.

Prof. Peter berkata, “Gandhi, apakah anda tidak mengerti, seekor babi dan seekor elang tidak pernah berada berdampingan ketika makan.”

Mendengar ucapan mahagurunya, Gandhi dengan tenang menjawab. “Jangan khawatir prof saya akan segera terbang.”  Gandhi segera bangkit, mengangkat nampan makannya dan pindah ke meja lainnya.

Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan dan memutuskan mencari kesempatan lain untuk membalas. Hari berikutnya, di dalam kelas setelah semua mahasiswanya sudah mengumpulkan lembar kertas ujian mid semester, dia sengaja mengajukan pertanyaan pada Gandhi. “Gandhi, anggap saudara sedang berjalan, tiba2 menemukan paket berisi 1 tas penuh uang dan 1 tas penuh dengan kebijakan, tas yang mana saudara akan ambil?”  Tanpa ragu Gandhi dengan tegas menjawab: “Ya tas uanglah.”

Prof. Peters tersenyum sinis dan berkata: “Jika aku yang menjadi saudara, maka aku akan mengambil tas kebijakan.” Tak kalah tandas Gandhi menegaskan suara demi memastikan terdengar oleh semua rekan mahasiswa seruang kelas, Gandhi menjawab “Adalah lazim sekali seseorang memilih untuk memungut apa yang tidak dia punya”.  Prof. Peters memerah mukanya, jelas kehilangan akal, hingga tak bisa berkata apa2.

Dengan penuh kemarahan dia menulis satu kata tunggal “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan kertas itu ke Gandhi. Gandhi menerima lembarannya, berterima kasih, dan kembali ke tempat duduk sambil berusaha keras tetap tenang. Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan kembali menghampiri sang profesor dan berkata dengan nada rendah dan sikap sangat sopan: “Prof. Peters, anda hanya membubuhkan tanda tangan di lembar jawaban saya, tapi terlupa belum memberi nilai”.   Ini skak mat namanya…hahahaha.

Cerita ini menjadi menarik karena terjadi di lingkungan kampus, kisah nyata yang terjadi puluhan tahun lalu dan banyak makna yang bisa diambil darinya.  Sebelum dibahas lebih lanjut, dari cerita diatas, saya ingin bertanya pada Anda, siapakah yang menggunakan otak reptil dan siapakah yang menggunakan neocortex?

Sangat mudah bukan?  Anda tentu bisa menebak meskipun Anda sama sekali tidak atau belum paham tentang otak reptil atau neocortex.  Jelas, Prof. Peters menggunakan otak reptil sementara Gandhi memilih untuk menggunakan neocortex.  Otak reptil adalah otak binatang dan kita sebagai manusia juga memiliki otak jenis ini.

Kita tentu akan maklum jika perilaku diatas terjadi di kantin pasar atau terminal yang dilakukan oleh orang yang berpendidikan rendah dan tidak pernah kuliah.  Lantas kenapa seorang dosen pendidik setingkat professor bisa berperilaku seperti itu, terjadi di kampus, dimana kondisi intelektual dan intelegensinya telah didominasi & dikotori oleh otak reptil dengan membenci orang lain dan dilakukan secara terbuka di depan orang banyak.

Bersambung ke:

Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 2)

)‎

 


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close