People Innovation Excellence

Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 4)

Oleh: Son Wandrial, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

(Sambungan dari: Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 3))

Berbeda dengan Otak reptil atau Mamalia yang bisa  “mem-binatangkan manusia” maka Neocortex disebut juga sebagai “otak yang me-manusiakan manusia” dan menghindari diri dari perilaku binatang.  Otak reptil melihat pada “human doing”, neocortex pada “human being”.  Nah, Anda mau masuk golongan yang mana ?

Satu contoh, misalkan si Jhoni yang sedang kelaparan (reptil/food) dan lagi bokek tidak punya uang sama sekali hanya handphone yang tersisa, maka dia bisa menjual atau menggadaikan handphonenya untuk membeli makanan.  Artinya Jhoni telah menggunakan akal dan pikirannya (neocortex) untuk memuaskan reptilnya, ini perilaku yang benar.  Akan berbeda ceritanya kalau handphone yang dijual Jhoni adalah hasil curian atau jambret, artinya otak reptil telah menjajah neocortex (tidak me-manusiakan manusia).  Naahh, ini kan sama juga dengan para koruptor yang dengan ilmunya selalu mencari cara dan celah untuk melakukan korupsi.. hehehe.

Contoh lain, si Jhoni sedang mengendarai sepeda motor sembari membawa banyak barang belanjaan, tentu Jhoni akan menyetir dengan hati-hati, memegang stang kemudi dengan benar, mengatur gas dengan cukup dan tidak ngebut serta menjaga motornya tetap stabil supaya tidak jatuh, ini somatic/reptil.  Tiba-tiba ada motor dengan kecepatan tinggi memotong jalur Jhoni dari sebelah kiri ke kanan sambil menggeber gas dengan suara keras membuat kaget Jhoni, tentu Jhoni berusaha untuk membuat laju motornya tetap stabil agar tidak jatuh (survival/reptil) dan ditambah lagi ada rasa emosi marah dan kesal (limbik), serta keinginan untuk membalas pada pengendaran motor tersebut (fight/reptil).

So, dua jenis otak telah terpakai yaitu reptil dan limbik, yang masih “bebas” adalah neocortex. Si Jhoni bisa menggunakan ini, fungsi neocortex-lah dipakai untuk meredam nafsu kedua otak binatang (liat gambar salah satu fungsi neocortex: control of emotions) yaitu dengan memberikan ide baru (reframing) atau memberikan arti baru (meaning) atas peristiwa tersebut.

Jhoni mau dan perlu menggunakan neocortexnya, dia bisa mengatakan (language) dalam hati: “ah itu orang mungkin lagi sakit perut, kebelet pengen buang air jadi buru-buru nyetir motornya”.  Maka reptil dan limbik akan turun kembali normal lagi dan tidak terpancing.  Disinilah kehebatan manusia, seperti yang sering dikatakan: manusia adalah mahluk yang suka memberikan arti terhadap sesuatu (meaning maker), hanya saja keseringan memberikan arti yang negatif.

Ini pengulangan saja, beberapa contoh perilaku otak reptil yang TIDAK “me-manusiakan manusia” yang saya yakin Anda sudah tahu semua misalnya: bullying, menyebar fitnah di tempat kerja, selingkuh, janji-janji palsu (PHP), sikut-sikutan di tempat kerja, nyerobot antrian, terobos lampu merah, masuk jalur busway, merokok di tempat umum padahal sudah ada tanda larangan merokok, buang sampah sembarangan, makanan yang pakai pengawet formalin, aktif menyebar berita bohong (hoax) tanpa cek dulu kebenarannya, kalau kondangan suka ambil banyak makanan dengan piring sampai penuh tidak perduli pada orang lain yang juga antri belon dapat makan, suka menunda pembayaran gaji/honor, tawuran dan masih banyak lagi perilaku-perilaku yang tidak “me-manusiakan manusia”, silahkan Anda tambahkan sendiri.

Ok, apakah Anda mau masuk golongan ini?

Bersambung ke:

Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 5)


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close