People Innovation Excellence

Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 5)

Oleh: Son Wandrial, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)

(Sambungan dari: Mau Pilih mana, perilaku Otak Reptil atau Neocortex? (Part 4))

Dalam ilmu pengetahuan modern dan ilmu sosial seperti motivasi, manajemen, pemasaran, perilaku organisasi, leadership terdapat beberapa teori dan konsep yang mengadopsi ciri-ciri otak reptil dan neocortex.  Konsep Transformational atau Servant leadership misalnya yang merupakan manifestasi dari neocortex.  Teori X & Y dimana teori X mencerminkan otak reptil dan Y untuk neocortex.  Dalam marketing pun juga begitu selalu yang “dihajar” adalah reptil karena keputusan membeli konsumen ada pada otak reptil.  Dan masih banyak lagi, silahkan dicari sendiri dan googling yaa.

Ini yang juga penting untuk disadari, salah satu ciri perusahaan reptil adalah selalu menekankan dan kental dalam menerapkan punishment (menciptakan rasa takut) pada karyawan supaya berada dalam mode fight or flight (reptil)  sehingga gampang diatur dan tunduk pada aturan.  Saya banyak menemukan perusahaan yang seperti ini.  Kok bisa yaa? Ya bisa lah, karena kondisi ini berasal dari pimpinan atau owner perusahaan tersebut yang pada dasarnya tidak percaya pada karyawannya sendiri atau suka menghalalkan segala cara dll.  Itu artinya, pimpinan atau ownernya pun juga didominasi oleh reptil atau selalu dalam kondisi fight or flight.

Kenapa bisa berada dalam kondisi reptil? Yaa bisa aja, mungkin karena serakah atau egois atau dia kelelahan atau mungkin karena kurang piknik atau pikniknya kurang jauh, bisa juga karena faktor keluarga atau lingkungan atau karena memang individunya yang tidak pernah mau belajar meskipun individu tersebut berpendidikan tinggi tapi tidak mau merubah frame of mindnya, always reptil sebagai idolanya.

Amatilah seperti apa perusahaan tempat Anda bekerja sekarang, perhatikan aturan-aturannya apakah didominasi oleh reptil atau neocortex.  Perlu diwaspadai dan selalu diingat bahwa perilaku reptil akan mengundang reptil lainnya untuk bergabung, harap Anda paham hukum ini bahwa sebuah frekuensi atau vibrasi yang sama (matching) akan mengundang dan membentuk koloni, hukum like attract like: sesuatu akan menarik sesuatu pula yang serupa dengannya.

Perhatikan boss Anda, lihat dan amati ucapan dan perbuatannya.  Lihat dan amati juga bagaimana perilaku owner perusahaan tempat Anda bekerja, bagaimana mereka mengambil keputusan, apakah cenderung mementingkan kepentingan sendiri atau melihat juga dampaknya pada orang lain.  Satu contoh, dalam mengambil keputusan, pemimpin yang neocortex selalu mengacu pada ekologi, kalau saya ambil keputusan X maka apa konsekuensinya? apakah ada orang lain yang bakal dirugikan?   Apakah boss lebih melihat Anda karyawannya sebagai “human doing” atau “human being”?

Maka Anda akan bisa menentukan apakah boss Anda itu seorang pemimpin atau hanya pimpinan?

Pimpinan yang reptilian brain secara tidak sadar akan mengundang perilaku reptilian brain lain untuk bergabung menjadi bawahannya.  Nah, Anda  bayangkan kalau suatu tempat dipenuhi dengan orang-orang reptilian? Meskipun mereka orang intelek berdasi dan berpakaian necis, maka yang terjadi adalah seperti Jurassic Park, saling menjegal, saling hajar, saling berebut, cakar cakaran, banyak konflik dan sebagainya, pastinya sangat tidak nyaman bukan?

Seperti di semua film Jurassic Park, selalu diakhiri dengan kondisi kehancuran, porak poranda dan binasa.

Dari pengalaman saya, perilaku reptilian banyak sekali ditemukan, bahkan orang-orang yang beraktifitas di tempat ibadah, sekolah dan kampus pun tidak luput dari perilaku-perilaku ini.

Mungkin ada bagusnya perlu dipasang dan diperbanyak gambar (sign) seperti dibawah pada ruang-ruang kantor tempat Anda bekerja untuk mengingatkan orang agar mereka selalu melakukan instrospeksi, sadar diri dan kontrol diri sehingga setidaknya perilaku reptil bisa diminimalisir.

No Reptilian Brain Allowed

Lonceng akan disebut sebuah lonceng bila dibunyikan karena memang itulah fungsi dari lonceng, bila tidak pernah dibunyikan maka namanya bukan lonceng tapi besi.

Seseorang baru dikatakan manusia bila dia MAU menggunakan atau mem-fungsikan neocortexnya, kalau tidak begitu maka dia hanyalah seonggok daging hidup.

Neocortex adalah anugrah dan karunia terhebat bagi manusia yang diberikan oleh Tuhan.

Gelar dan titel sarjana hanyalah sekumpulan huruf, ijazah atau sertifikat hanyalah selembar kertas. Berapa banyak kita temui orang yang seperti Prof Peters di masyarakat kita, di lingkungan kerja kita.

Dengan neocortexnya manusia memiliki kemampuan untuk memikirkan pikiran, memikirkan perasaan, merasakan pikiran dan merasakan perasaan sebelum berucap dan bertindak.  Bukan cuma sekedar tahu, yang paling penting adalah mau.

So, masih mau berperilaku seperti Prof Peters?  Masih suka melakukan Cognitive Distortion? Masih mau terus pelihara otak reptil?  Mau sampai kapan?

Ini cuma masalah pilihan, maka pertanyaan selanjutnya adalah Anda MAU pilih mana: perilaku reptilian atau perilaku neocortex?


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close